Wajib Militer, Junta Myanmar Larang WN Laki-laki Kerja ke Luar Negeri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 04 Mei 2024 03:20 WIB

Junta militer Myanmar bakal memberlakukan wajib militer selama dua tahun untuk laki-laki berumur 18-35 tahun. Junta militer Myanmar bakal memberlakukan wajib militer selama dua tahun. (AFP/STR)

Jakarta, CNN Indonesia --

Junta Myanmar melarang laki-laki usia dewasa untuk bekerja di luar negeri, lantaran bakal menerapkan undang-undang wajib militer.

Pada Februari lalu, pemerintahan junta mengatakan bakal segera menegakkan undang-undang wajib militer setidaknya selama dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Tenaga Kerja Myanmar untuk sementara waktu ini menangguhkan penerimaan laki-laki nan mau bekerja di luar negeri. Kementerian tersebut menyatakan tindakan ini diperlukan untuk "mengambil lebih banyak waktu, untuk memverifikasi proses keberangkatan dan masalah lainnya".

UU Wajib Militer dibuat oleh junta sebelumnya pada 2010, namun tidak pernah diterapkan.

Melalui undang-undang ini, militer bisa memanggil semua laki-laki berumur 18-35 tahun dan wanita berumur 18-27 tahun untuk bekerja setidaknya selama dua tahun.

UU itu juga menetapkan bahwa dalam keadaan darurat, masa kerja dapat diperpanjang hingga lima tahun. Warga nan mengabaikan panggilan untuk bertugas, dapat dipenjara untuk jangka waktu nan sama.

Junta Myanmar sendiri telah menetapkan keadaan darurat ketika mereka merebut kekuasaan pada tahun 2021. Baru-baru ini masa darurat tersebut diperpanjang selama enam bulan.

Pada gelombang pertama wajib militer, beberapa ribu rekrutan telah memulai training militer berasas UU ini.

"UU tersebut diperlukan lantaran situasi nan terjadi di negara kami. Karena UU tersebut memerangi Pasukan Pertahanan Rakyat dan golongan bersenjata nan sudah lama ada, nan berasal dari etnis minoritas," kata seorang ahli bicara junta Myanmar.

(dna)

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn indo
cnn indo