TPA Piyungan Yogya Ditutup Permanen, Ini Jurus Bantul Cegah Aksi Buang Sampah Sembarangan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

TEMPO.CO, Yogyakarta - Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi wisata dengan banyaknya obyek nan dimiliki mulai pantai, hutan, dan perbukitan. Namun, di kembali sebaran obyek wisata di Bantul, kabupaten itu juga menjadi penyangga bagi Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman dalam urusan sampah.

Sampah-sampah dari Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, selama ini dibuang ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Piyungan nan berada di Kabupaten Bantul. Namun, mulai Mei ini, TPA Piyungan ditutup operasinya secara permanen lantaran gunungan sampah di area itu sudah overload.

"Selama ini Bantul menjadi penyangga sampah bagi Kota Yogyakarta dan Sleman, tanpa TPA Piyungan, Kota Yogya dan Sleman mungkin sudah tenggelam lantaran sampah," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menyambangi area pengelolaan sampah organik di Dusun Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Sabtu, 4 Mei 2024.

Masalah Baru

Penutupan TPA Piyungan di Bantul itu rupanya membuka masalah baru. Saat pengelolaan sampah belum dilakukan secara tepat oleh daerah, tindakan buang sampah sembarangan marak di perbatasan Bantul-Kota Yogyakarta. Tepatnya di jalur ring-road alias lingkar selatan.

Halim menuturkan, pihaknya berbareng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul sempat menggelar operasi tangkap tangan alias OTT beberapa kali di area ring-road pasca penutupan TPA Piyungan.

"Para pelaku pembuang sampah di area ring-road saat dicek rupanya bukan masyarakat Bantul," kata dia.

Meski demikian, Halim menyatakan belum bakal menerapkan langkah pro justicia alias penegakan norma kepada para pembuang sampah sembarangan itu, selain memberi teguran keras.

"Kami belum berencana mengenakan hukuman pidana, lantaran saat ini kami sedang membangun sejumlah prasarana berupa TPST-TPST (tempat pengolahan sampah terpadu) berbareng golongan swasta," kata dia.

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu nan Baru

TPST-TPST baru di Bantul ini, kata Halim bakal terbuka dikerjasamakan dengan pemerintah wilayah lain, seperti Pemerintah Kota Yogyakarta nan kesulitan membangun TPST baru lantaran keterbatasan lahan di perkotaan.

Iklan

"Kami konsentrasi pada kerjasama pengelolaan sampah itu seperti dengan Kota Yogyakarta nan sudah mengusulkan permohonan," kata Halim.

Halim mencontohkan di Dusun Petung, Bangunjiwo, Bantul, pihaknya membangun sentra pengelolaan sampah organik berbareng kalangan perbankan swasta dan juga organisasi non keuntungan seperti Benih Baik.

"Konsepnya bank sampah berkapasitas besar, dengan pengelolaan limbah organik berbasis black soldier fly alias BSF," kata dia.

Di sekitar pengelolaan sampah itu juga dilakukan budidaya maggot dan penanaman pohon. 

Perwakilan Benih Baik Al Greeny S. Dewayanti menuturkan sentra pengelolaan sampah di Dusun Petung Bantul untuk mendorong tindakan pengelolaan sampah dari rumah tangga melalui aspek pemilahan dan daur ulang. "Jadi upayanya mengurangi berat TPA dengan mengelola limbah organik nan mempunyai unsur metana dan berpotensi menghasilkan aroma tidak sedap dan rentan kebakaran," kata dia.

PRIBADI WICAKSONO

Pilihan Editor: Yogyakarta Tutup TPA Piyungan, Bagaimana Pengelolaan Sampah Destinasi Wisata Itu di Masa Depan?

Sumber Tempo
Tempo