Top 3 Tekno: Bibit Siklon 95W, Jalur Zonasi DKI Jakarta, Xiaomi Klaim Lolos Uji Radiasi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno dimulai dari topik tentang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau bibit siklon tropis 95W di Laut Filipina, tepatnya berada di sekitar 7.8°LU 129.0°BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knots (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1010.0 hPa bergerak ke arah barat memasuki wilayah daratan Filipina. 

Berita terkenal selanjutnya tentang Dinas Pendidikan DKI Jakarta membeberkan sejumlah perbedaan dari jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD, SMP dan SMA DKI Jakarta pada 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama pada bagian penetapan zona.

Selain itu, Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menjamin seluruh produk Xiaomi nan masuk ke Indonesia sudah lolos uji kepantasan dengan standar nan ketat. Dia memastikan perangkat tidak bakal diedarkan di Indonesia jika tidak lolos uji radiasi.

1. Prakiraan Cuaca BMKG: Bibit Siklon 95W, Hujan Ringan Mendominasi, Waspadai Gelombang Tinggi dan Banjir Rob

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau bibit siklon tropis 95W di Laut Filipina, tepatnya berada di sekitar 7.8°LU 129.0°BT dengan kecepatan angin maksimum 15 knots (28 km/jam) dan tekanan udara minimum 1010.0 hPa bergerak ke arah barat memasuki wilayah daratan Filipina.

Bibit siklon ini membentuk wilayah konvergensi memanjang dari perairan timur Filipina hingga bagian tengah Filipina dan dari laut Sulawesi hingga perairan timur Filipina. Sementara sirkulasi siklonik berada di Samudra Hindia barat Sumatra Utara dan di Samudra Pasifik utara Papua nan membentuk wilayah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik sekitar sistem.

Daerah konvergensi dan konfluensi lainnya memanjang dari perairan barat Aceh hingga Selat Malaka, dari Bengkulu hingga Sumatra, dari perairan utara Jawa Timur hingga Banten, Selat Makassar hingga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga utara Kalimantan Utara, dari Laut Banda hingga Sulawesi Tengah, di laut Maluku, di Papua, dari Papua pegunungan hingga Papua Barat.

“Kondisi tersebut bisa meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar bibit siklon tropis, sirkulasi siklonik dan di sepanjang wilayah konvergensi alias konfluensi tersebut,” ujar prakirawan BMKG, Raeni Chindi D.

2. Perbedaan Zona di Jalur Zonasi PPDB 2024 DKI Jakarta

Dinas Pendidikan DKI Jakarta membeberkan sejumlah perbedaan dari jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD, SMP dan SMA DKI Jakarta pada 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama pada bagian penetapan zona.

Iklan

Kepala Bidang SD Disdik DKI Jakarta, Salikun, menyebut bahwa perubahan izin itu sejalan dengan visi pemerintah untuk menyediakan jasa dan akses pendidikan merata ke seluruh masyarakat.

"Zona di DKI Jakarta untuk jalur zonasi PPDB 2024 ada nan baru di tahun ini dibanding 2023. Misalnya untuk calon peserta didik di SD, dulu itu untuk SD hanya ada satu area saja, jika sekarang ada dua zona, ialah area pertama dan kedua," kata Salikun saat Podcast PPDB 2024 DKI Jakarta, dikutip dari YouTube resmi JakdisdikTV, Senin, 10 Juni 2024.

Zona pertama untuk SD, kata Salikun, diartikan sebagai area prioritas untuk calon peserta didik dengan domisilinya dan sekolah tujuannya berada di satu RT nan sama. Sementara untuk di luar area ini disebut area kedua, dengan catatan bahwa kelurahannya domisili calon peserta didik kudu sama dengan kelurahan sekolah nan dituju alias berdekatan.

3. Tanggapi Survei Tingkat Radiasi Ponsel, Xiaomi Klaim Produknya Sudah Lolos Pengujian

Country Director Xiaomi Indonesia, Wentao Zhao, menjamin seluruh produk Xiaomi nan masuk ke Indonesia sudah lolos uji kepantasan dengan standar nan ketat. Dia memastikan perangkat tidak bakal diedarkan di Indonesia jika tidak lolos uji radiasi.

"Tidak semua model ponsel Xiaomi nan tercantum dalam daftar radiasi tinggi tersedia di pasar Indonesia," kata Zhao dalam keterangan tertulis, Senin, 10 Juni 2024.

Daftar nan disebut oleh Zhao merujuk pada hasil survei lembaga global, Stocklytics, mengenai merek ponsel dengan tingkat radiasi tinggi nan melampaui ketentuan International Commission on Non-lonising Radiation Protection (ICNIRP). Di dalam survei tersebut, Smartphone Xiaomi seri Mi A1 tercantum sebagai salah satu gawai dengan tingkat radiasi nan tinggi.

Tingkat radiasi Xiaomi Mi A1 disebutkan mencapaui 1,75 watt per kilogram (W/kg). Padahal, periode pemisah nan ditetapkan ICNIRP hanya sekitar level 1,6 W/kg.  

Pilihan Editor: Amankah Mengisi Baterai Ponsel hingga 100 Persen? Ini Penjelasannya

Sumber Tempo
Tempo