Top 3 Hukum: Polwan Briptu Fadhilatun Sempat Ancam Bakar Anaknya, Isi Buku Catatan Hasto PDIP yang Disita Penyidik KPK

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Tiga buletin terpopuler kanal norma pada Rabu pagi ini dimulai dari kasus polwan bakar suami di Mojokerto. Tersangka Briptu Fadhilatun Nikmah sempat ancam bakar anaknya jika suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono, tidak pulang.

Berita terpopuler lain tetap soal polwan nan membakar suaminya nan juga sesama polisi lantaran masalah penghasilan ke-13 dipakai gambling online. Kompolnas minta kepolisian memeriksa kemungkinan tersangka KDRT Briptu Fadhilatun mengalami post partum depression alias depresi setelah melahirkan (baby blues).

Berita terpopuler ketiga adalah isi kitab catatan Hasto Kristiyanto nan disita interogator KPK. Kuasa norma Hasto, Ronny Talapessy mengungkapkan isi kitab catatan Hasto nan disita interogator saat Sekjen PDI Perjuangan itu memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus Harun Masiku.

Berikut 3 buletin terpopuler kenal norma pada Rabu, 12 Juni 2024: 

1. Kasus Polwan Bakar Suami, Briptu Fadhilatun Sempat Ancam Bakar Anaknya Jika Suami Tak Pulang

Kasus polisi wanita (Polwan) nan membakar suaminya, nan juga seorang polisi, lantaran menghabiskan duit untuk gambling online, menggemparkan publik Indonesia. Polda Jawa Timur akhirnya menetapkan polwan Briptu Fadhilatun Nikmah namalain FN sebagai tersangka dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono namalain RDW.

Berdasarkan laporan nan diterima Tempo, sebelum membakar suaminya, Briptu Fadhilatun sempat menakut-nakuti bakal membakar anak-anaknya. Ancaman ini dilontarkan Briptu Fadhilatun agar suaminya nan bekerja di Polres Jombang, pulang ke rumah mereka nan berlokasi di kompleks Asrama Polisi Polres Mojokerto.

Sebelum korban pulang, Briptu Fadhilatun membeli bensin terlebih dulu nan dimasukkan ke dalam sebuah botol jejak air mineral dan membawanya ke rumah. Setibanya di rumah, Briptu Fadhilatun menyimpan botol berisi bensin tersebut di atas lemari di teras rumah.

“Memfotonya setelah itu dikirim ke WA korban agar segera pulang, dengan ancaman ‘apabila tidak pulang semua anak-anaknya bakal di bakar’,” tulis keterangan laporan tersebut.

Setelah itu, polwan tersebut pun meminta asisten rumah tangga (ART) untuk membujuk ketiga anaknya nan tetap balita untuk bermain di luar rumah. Dua anak terkecil adalah anak kembar nan baru berumur 4 bulan. 

Tak lama kemudian, sekitar pukul 10.30 WIB, Briptu Rian sampai di rumahnya. Dia pun langsung diajak masuk oleh Briptu Fadhilatun ke dalam rumah dan pintu dikunci.  

Briptu Fadhilatun lampau meminta suaminya untuk berganti busana mengenakan kaos lengan pendek dan celana pendek. Setelah itu, cekcok mulut pun terjadi di antara pasangan suami istri tersebut. 

Tangan kiri korban lampau diborgol dan dikaitkan ke tangga lipat nan berada di kandang mobil oleh Briptu Fadhilatun. Dia lampau menyiram bensin nan sudah dibeli sebelumnya ke sekujur tubuh sang suami nan berada dalam posisi duduk.

“Setelah itu terduga pelaku menyalakan korek dan membakar tisu nan dipegang menggunakan tangan kanan sembari berbicara ‘ini lo, yang. Lihaten iki’ namun korban tak bersuara saja,” bunyi laporan tersebut.

Selengkapnya baca di sini.

Selanjutnya Kompolnas minta Polda Jatim selidiki kemungkinan Briptu Fadhilatun depresi setelah melahirkan...

  • 1
  • 2
  • 3
  • Selanjutnya
Sumber Tempo
Tempo