Semakin Dekat Rilis Inflasi AS, Rupiah Masih Rawan Melemah Hari Ini

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Pekerja pusat penukaran mata duit asing menghitung duit Dollar AS di gerai penukaran mata duit asing Dolarindo di Melawai, Jakarta, Senin (4/7/2022). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi dolar Amerika Serikat (AS). (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah tetap tertekan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Melansir info Refinitiv, sampai akhir perdagangan kemarin, Selasa (11/6/2024) mata duit Garuda melemah 0,06% menjadi Rp16.285/US$. Depresiasi rupiah ini melanjutkan pelemahan nan sudah terjadi sejak Senin.

Perlu dicatat, secara intraday pada perdagangan kemarin dolar sempat menyentuh level paling parah ke Rp16.300/US$.

Tekanan dolar terhadap rupiah tampaknya tetap membayangi. CNBC Indonesia memantau sampai Rabu awal hari pukul 02.40 WIB, indeks dolar AS tetap menguat 0,05% ke posisi 105,19.

Jika pada penutupan tetap menguat bakal menandai tiga hari beruntun, DXY terus menekan rupiah. Kuatnya indeks dolar AS ini bukan tanpa karena lantaran memang terpengaruh dari kehati-hatian pasar terhadap rilis inflasi negeri Paman Sam kelak malam, nan kemudian dilanjutkan pengumuman hasil rapat the Fed.

Sejauh ini, nada hawkish tetap mendominasi pelaku pasar terhadap ekspektasi kebijakan moneter the Fed. Pasar memperkirakan kemungkinan besar suku kembang pada pertemuan pekan ini tetap dipertahankan di level 5,25%-5,50%.

Sementara penurunan suku kembang pertama kali kemungkinan bakal terjadi mulai September mendatang. Perhitungan CME Fedwatch Tool, sekarang menunjukkan probabilitas pemangkasan suku kembang AS di September mencapai 48,3%.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa nilai tukar rupiah di kisaran 16.200-16.300 per dolar AS tetap berada dalam posisi nan baik, serta menyebut bahwa semua negara mengalami tekanan nilai tukar mata duit terhadap dolar AS.

Teknikal Rupiah

Tren pergerakan rupiah dalam menghadapi dolar AS sejauh ini tetap dalam tren pelemahan. Jika ini bersambung level psikologis Rp16.300/US$ sebagai resistance terdekat nan juga bertepatan dengan high candle intraday kemarin (11/6/2024) bisa kembali di tembus di atas.

Di sisi lain, untuk support terdekat jika ada pembalikan arah menguat bisa dicermati posisi Rp16.260/US$ nan bertepatan dengan garis rata-rata selama 50 jam alias Moving Average/MA 50.

Pergerakan rupiah melawan dolar ASFoto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS

CNBC INDONESIA RESEARCH


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Rupiah Tiga Hari Beruntun Keok, Dolar Tembus Rp16.250/US$!


(tsn/tsn)

Sumber CNBC
CNBC