Profil Bintang Perbowo, KPK Tetapkan Eks Dirut Hutama Karya sebagai Tersangka Korupsi Jalan Tol Trans Sumatera

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

TEMPO.CO, JakartaPada 20 Juni 2024, KPK mengumumkan telah menetapkan Bintang Perbowo sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan lahan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).Mantan Direktur Utama BUMN Hutama Karya itu ditetapkan sebagai tersangka korupsi berbareng eks Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Investasi Hutama Karya, Rizal Sutjipto dan komisaris Sanitarindo Tangsel Jaya Iskandar Zulkarnaen. 

KPK mengumumkan penyitaan terhadap aset milik tersangka dalam kasus ini. “KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka ialah BP, MRS, dan IZ,” kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika dalam keterangan nan dikutip, Jumat, 21 Juni 2024.

Profil Bintang Perbowo

Berdasarkan arsip Laporan Tahunan 2013 Wika dalam indonesia-investments.com, Bintang Perbowo lahir pada 15 Februari 1954. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Ekonomi di Universitas Krisnadwipayana pada 1990. Setelah itu, dia sukses meraih gelar magister dari Manajemen Internasional, Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya pada 1997. 

Saat berkarier, Bintang pernah menduduki beberapa kedudukan di perusahaan konstruksi. Pada 1999-2008, dia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pembangunan Perumahan. Selain itu, dia juga menjabat pada posisi krusial lainnya di Pembangunan Perumahan. Kemudian, pada 2008-2013, dia menjabat sebagai Direktur Utama Wijaya Karya (Wika). Lalu, pada 25 April 2013, dia kembali menduduki posisi nan sama dengan periode sebelumnya di Wika. Pada tahun pengangkatannya kembali sebagai Direktur Utama Wika, dia meraih The Performing Construction CEO Indonesia Most Admired CEO oleh Warta Ekonomi.

Pada 2018, Bintang ditunjuk sebagai Direktur Utama Hutama Karya. “Keputusan ini dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) dan berasas Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-114/MBU/04/2018,” kata Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Ahmad Bambang, pada 26 April 2018.

Penunjukkan Bintang sebagai Direktur Utama Hutama Karya lantaran masa tugasnya di Wika telah lenyap dan mempunyai sifat kepemimpinan nan terbukti selama 10 tahun. Salah satu prestasi Bintang adalah menembus pasar bangunan area Asia.

Iklan

Saat ini, Bintang menjadi tersangka korupsi pengadaan lahan di sekitar JTTS nan berasal dari Hutama Karya di bawah pimpinannya berakhir melakukan projek ini pada 2023. BUMN ini berambisi membangun kompleks perumahan dan perkantoran di sekitar area rehat jalan tol. Namun, menurut Deputi Penindakan KPK Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, ada indikasi korupsi di kembali pengadaan lahan tersebut.

Menurut Majalah Tempo, sejak 2023, KPK menelusuri dugaan penyimpangan proyek jalan tol Lampung nan dikelola Hutama Karya. Penyelidikan berfokus pada anggaran Hutama Karya untuk membebaskan lahan masyarakat selama 2018-2020 di Desa Bakauheni seluas 43 hektare dan Desa Canggu seluas 85 hektare. KPK mensinyalir nilai pembelian lahan tersebut tidak wajar sehingga menetapkan Bintang Perbowo, Rizal Sutjipto, dan Iskandar Zulkarnaen sebagai tersangka untuk melakukan penyelidikan.

KPK menyelidiki, Hutama Karya telah menghabiskan duit Rp406 miliar untuk pengadaan lahan. Dari ratusan biaya tersebut, sebanyak Rp133 miliar digunakan untuk pembebasan lahan Desa Canggu dan Rp75 miliar untuk Desa Bakauheni.

Dari jumlah nan telah dikeluarkan, ada selisih pembayaran sekitar Rp197 miliar nan menjadi kerugian negara, tetapi sebagian dananya sudah dikembalikan. Tak hanya itu, masalah lain juga muncul lantaran semua sertifikat lahan tetap dalam penguasaan PT Sanitarindo dan belum beranjak ke Hutama Karya.

RACHEL FARAHDIBA R  | ADAM PRIREZA | RIKY FERDIANTO

Pilihan Editor: KPK Sidik Dugaan Korupsi Hutama Karya, Ini 3 Nama nan Ditengarai jadi Tersangka

Sumber Tempo
Tempo