Polisi Diduga Tabrak Pengendara Motor Hingga Tewas, Laporan Keluarga Korban Sempat Diabaikan Polres Bogor

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang polisi nan bekerja di Brimob, Bripda R diduga menjadi pelaku nan menabrak dua penduduk Cibinong hingga tewas. Keluarga korban menuntut polisi mengusut pelaku.     

Kasus kecelakan nan menewaskan dua penduduk Cibinong, Bogor, Jawa Barat, ini terjadi pada awal hari 11 November 2023 lalu. Kedua korban ada laki-laki bernisial DAA, dan wanita berinisial SM.

Saat itu kedua korban berboncengan mengendarai sepeda motor.  Keduanya ditabrak sebuah mobil Brio nan diduga dikemudikan polisi dari satuan Brimob,yaitu Bripda R.

Korban SM meninggal satu hari setelah kecelakaan. Sedangkan DAA dirawat selama nyaris 5 bulan, dan dinyatakan meninggal pada 27 April 2024. 

Kuasa norma DAA, Mustolih Siradj mengatakan berasas keterangan nan dia dapat dari family korban, Saat terjadi kecelakaan, korban DAA dan SM dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cibong oleh Bripda R. Ketika itu, Bripda R belum mengaku bahwa dirinya seorang polisi.

"Bilangnya dia nan mengevakuasi DAA dan SM," kata Mustolih, menceritakan kepada Tempo melalui sambungan telepon pada Jumat, 3 Mei 2024.

Bripda R baru mengaku bahwa dia adalah personil kepolisian saat kedua orang tua korban datang ke RSUD Cibinong. Namun, dia belum mengaku bahwa dirinya nan menabrak DAA dan SM. 

Esoknya, setelah kedua orang tua korban mengetahui bahwa nan mengevakuasi adalah seorang polisi, mereka datang ke Polres Bogor untuk mengetahui lebih dalam siapa pelaku nan menabrak korban.

"Begitu sampai di polres, enggak lama ditelepon sama Brigadir R, katanya suruh pulang, biar konsentrasi konsetrasi ngurusin nan luka," jelas dia. Bripda R kemudian menemui orang tua DAA dan SM, dan baru saat itulah dia mengaku bahwa dirinya nan menabrak kedua orang itu. 

Orang tua korban meminta pertanggung jawaban. Keluarga dari almarhum SM, meminta agunan STNK mobil, sedangkan lantaran orang tua DAA sudah tidak ada apa-apa nan bisa dimintai jaminan, mereka meminta KTP original milik Bripda R dan juga Kartu Tanda Anggota (KTA) kepolisian milik Bripda R.

Iklan

"KTA nya hanya difoto aja, nan dikasih KTP original Bripda R," tutur Mustolih. Bripda R juga sudah menandatangani surat pernyataan bakal bertanggung jawab untuk mengobati DAA. 

Selama DAA dirawat secara intensif selama nyaris 6 bulan, orang tua korban hanya dikirimkan sejumlah duit sebanyak 3 juta rupiah. Uang tersebut dikirim setelah orang tua DAA memohon kepada Brigadir RA.

"Jadi memang ada transfer,tapi sistemnya semacam di reimburs, enggak mesti setiap bulan, random aja. Tapi mereka kudu sampai minta gitu dan selalu slow respons jika dihubungi,"kata Mustolih menjelaskan. 

Pada 6 April 2024, Mustolih berbareng dengan ayah dari DAA melaporkan tindakan Brigadir R ke Polres Bogor lantaran dianggap tidak bertanggung jawab. Tapi lantaran sudah mendekati lebaran, mereka tidak mendapat kepastian dari pihak kepolisian, keduanya datang kembali pada 20 April 2024.

"Petugas laka lantasa bilang butuh waktu dan disepakati tanggal 29 April 2024, dan mereka berubah lagi bilangnya jika bahasa mereka belum bisa ditindaklanjuti," ujarnya. 

Lalu pada , Jumat, 3 Mei 2024, Mustolih memberi berita bahwa hari ini telah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) nan dihadiri oleh Bripda R, Provos Brimob, Kasat Lantas Polres Bogor, dan Propam Polda Jawa Barat. 

Tempo sudah melakukan upaya konfirmasi ke Kapolres Bogor, AKP Rio Wahyu Anggoro, dan Kasat Lantas Polres Bogor AKP Rizky Guntama, untuk mengetahui perincian perkembangan kasus kecelakaan lampau lintas nan dialami oleh dua penduduk Bogor oleh diduga oknum dari kepolisian. Keduanya tidak kunjung merespons.

Pilihan Editor: Kecelakaan di Universitas Indonesia Honda HR-V vs Bikun, Satu Korban Patah Kaki

Sumber Tempo
Tempo