Pakar Sebut Minuman Manis Bisa Picu Gagal Ginjal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Ilustrasi minuman manis (pixabay.com)
Ilustrasi minuman manis (pixabay.com)

Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Terlalu banyak minum minuman dengan kadar gula tinggi bisa menjadi salah satu penyebab kandas ginjal di usia muda. Spesialis penyakit dalam subspesialis ginjal hipertensi di RS Pondok Indah Bintaro Jaya, Elizabeth Yasmine Wardoyo, menjelaskan berdasar sejumlah kasus nan ditangani, dia menyebut kebanyakan penderita gagal ginjal disebabkan kerap mengonsumsi minuman manis saat tetap sehat. Minuman-minuman nan perlu diwaspadai misalnya minuman kemasan, minuman energi, hingga kopi nan sekarang banyak dinikmati sehari-hari oleh generasi muda.

“Sebenarnya kopi sendiri enggak berpengaruh terhadap kejadian kandas ginjal. Tapi lantaran kebanyakan kopi menggunakan gula, susu kental manis, itu nan menyebabkan konsumsi gula berlebih. Apalagi nan minum kopi enggak cukup sekali dalam sehari,” jelas Elizabeth.

Ia juga mengingatkan masyarakat nan tetap minum miras oplosan alias campuran. Minuman tersebut tentu tidak sehat dan bakal sangat mengganggu kesehatan dan fungsi ginjal. Karena itu, sebaiknya masyarakat lebih memilih minum air putih. 

Perhatikan asupan air
Elizabeth mengingatkan generasi muda memperhatikan jumlah asupan air sehari-hari. Pada orang nan sehat seluruh organ tubuhnya sebaiknya minum air putih 30 cc per kilogram. Jika mempunyai berat badan 50 kg maka sebaiknya minum air 1,5 liter per hari.

Iklan

“Kalau berat badannnya lebih dari itu berfaedah kebutuhan kita lebih lagi. Apalagi jika kerjanya bukan di dalam ruangan dan aktif secara fisik," paparnya.

Apabila mau mengonsumsi minuman nan mengandung gula, Elizabeth mengingatkan agar terlebih dulu memeriksa tabel nutrisi nan ada pada kemasan. Dengan demikian, kadar gula nan dikonsumsi bisa lebih terkontrol.

Pikiran Editor: Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten nan dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.


 

Video Pilihan


Penyebab dan Gejala Radang Tenggorokan, Kapan Harus Penanganan Medis?

14 jam lalu

Radang Tenggorokan/Canva
Penyebab dan Gejala Radang Tenggorokan, Kapan Harus Penanganan Medis?

Gejala radang tenggorokan biasanya meliputi rasa sakit alias gatal di tenggorokan, kesulitan menelan, hingga demam. Kapan kudu ditangani serius?


Inilah 8 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda

6 hari lalu

Ilustrasi ginjal. webmd.com
Inilah 8 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda

Gagal ginjal tak hanya menyerang orang-orang di usia tua, tetapi juga orang-orang di usia muda. Berikut penyebabnya.


6 Langkah Mengurangi Risiko STSS, Penyakit Apakah Itu?

20 hari lalu

Ilustrasi bakteri. reddit.com
6 Langkah Mengurangi Risiko STSS, Penyakit Apakah Itu?

Apakah itu penyakit jangkitan kuman STSS? Berikut 6 langkah mengurangi akibat terdampak penyakit ini.


Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

36 hari lalu

Ilustrasi kanker prostat. Parentsafrica.com
Cegah Masalah Prostat, Pria 55 Tahun ke Atas Disarankan Tak Banyak Minum di Malam Hari

Pada usia di atas 55 tahun biasanya laki-laki sudah mengalami masalah gangguan kencing sehingga bisa menyebabkan masalah prostat.


Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

36 hari lalu

Batu ginjal.
Kurang Bergerak dan Obesitas Tingkatkan Risiko Munculnya Batu Ginjal

Urolog mengatakan pola hidup sedentari dan obesitas bisa menjadi pemicu timbulnya batu ginjal lantaran kurang bergerak.


Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

39 hari lalu

Batu ginjal.
Inilah Perbedaan Batu Empedu dengan Batu Ginjal

Batu empedu dan batu ginjal adalah dua kondisi medis nan berbeda, meskipun keduanya melibatkan pembentukan kristal alias batu di dalam tubuh.


5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

45 hari lalu

Ilustrasi ginjal. Shutterstock
5 Cara Menjaga Ginjal Tetap Sehat

Ginjal merupakan personil tubuh berkedudukan penting. Mencegah penyakit ginjal banget krusial lantaran organ ini berfaedah untuk menghilangkan racun di tubuh.


Pakar Ingatkan Jemaah Haji dengan Hipertensi Rutin Minum Air dan Obat

55 hari lalu

Petugas memeriksa kesehatan calon haji setibanya di Asrama Haji Embarkasi Kertajati, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu 11 Mei 2024. Sebanyak 432 calon haji dan 8 orang petugas ibadah haji asal Kabupaten Subang masuk ke pondok haji embarkasi Kertajati untuk transit beristirahat sebelum diberangkatkan ke Makkah melalui airport Kertajati. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Pakar Ingatkan Jemaah Haji dengan Hipertensi Rutin Minum Air dan Obat

Pakar meminta jemaah haji dengan riwayat hipertensi rutin minum air putih dan obat selama di Tanah Suci.


Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

59 hari lalu

Ginjal babi hasil rekayasa genetika tampak sehat selama operasi transplantasi di NYU Langone di New York. Prosedur nan dilakukan di NYU Langone Health di New York City melibatkan penggunaan babi nan gennya telah diubah sehingga jaringannya tidak lagi mengandung molekul nan diketahui memicu penolakan segera. Joe Carrotta for NYU Langone Health/Handout via REUTERS
Pria Penerima Ginjal Babi Pertama di Dunia Akhirnya Meninggal

Seorang laki-laki penerima transplantasi ginjal babi pertama di bumi meninggal setelah dua bulan operasi pencangkokan. Apa sebabnya?


Cegah Dehidrasi, Jemaah Haji Diimbau Tak Sering Keluar Tenda saat Wukuf

10 Mei 2024

Umat Islam dari beragam negara melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, Selasa, 27 Juni 2023. Jutaan jamaah haji dari beragam negara berkumpul di Arafah untuk melaksanakan wukuf nan merupakan rukun haji pada prosesi puncak haji 1444 H. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Cegah Dehidrasi, Jemaah Haji Diimbau Tak Sering Keluar Tenda saat Wukuf

Demi mengurangi kemungkinan terpapar sinar mentari dan akibat dehidrasi, jemaah haji diimbau tidak sering keluar tenda saat wukuf.


Sumber Tempo
Tempo