New York University Abu Dhabi Dihujat karena Mahasiswa Bela Palestina Dideportasi

Sedang Trending 3 hari yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Seorang mahasiswa dari New York University Abu Dhabi (NYUAD) dilaporkan telah dideportasi dari Uni Emirat Arab lantaran meneriakkan kalimat ‘Free Palestina’ dalam aktivitas wisudanya. Washington Post dalam pemberitaanya menyebut kejadian itu telah menuai keprihatinan soal kebebasan beranggapan di Uni Emirat Arab nan merupakan sebuah negara absolut monarki. 

Mahasiswa itu saat diwisuda menggunakan keffiyeh ialah selendang unik Palestina. Dia lampau meneriakkan kalimat Free Palestine saat naik ke atas panggung untuk menerima sertifikat kelulusan. Beberapa hari setelah kejadian ini, dia dideportasi dari Uni Emirat Arab mengingat kontrol nan ketat di Uni Emirat Arab nan ketat pada kebebasan berpolitik. 

NYUAD selanjutnya menuai kritikan mengenai caranya mengatasi rumor ini. Kendati sudah menyatakan ini otoritas akademik, NYUAD mengakui para mahasiswa di kampus itu tidak kebal norma dari patokan nan bertindak di Uni Emirat Arab.  

“NYU tidak punya otoritas soal penegakan norma mengenai imigrasi alias keputusan apapun (terkait itu),” demikian keterangan kampus, sembari berkeras jika mahasiswa nan tidak dipublikasi identitasnya itu sudah dinasehati berulang kali soal kebebasan berpolitik.  

The American Association of University Professors (AAUP) juga menyuarakan kekhawatirannya dengan menuduh NYUAD kandas melindungi mahasiswa, fakultas dan stafnya dari penahanan dan interograsi pihak keamanan pemerintah. NYUAD juga dianggap tidak mencoba menghalangi deportasi staf akademik dan mahasiswanya.  

Iklan

AAUP lebih lanjut mengkritik akibat nan lebih luas pada kebebasan akademik dengan menyoroti mahasiswa non-negara Barat dan staf telah menjadi sasaran. Insiden ini juga menggaris bawahi rumor kebebasan berekspresi di Uni Emirat Arab dan dampaknya pada insititusi-institusi pendidikan  

NYUAD adalah unversitas nan menawarkan pendidikan kebebasan ala Amerika Serikat dalam corak seni. Lembaga pendidikan itu menghadapi tantangan nan sangat besar di Uni Emirat Arab dengan ketatnya undang-undang berpidato. 

Sumber: middle east monitor

Pilihan editor: Presiden Terpilih Iran Yakin Palestina Akan Menang Lawan Israel

Ikuti buletin terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Sumber Tempo
Tempo