Media Asing Soroti Vonis 10 Tahun Eks Mentan SYL

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Media asing ramai-ramai mewartakan putusan persidangan nan memvonis mantan Menteri Pertahanan RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) 10 tahun penjara dan denda Rp300 juta atas korupsi dan pemerasan pada Kamis (11/7).

Portal buletin asal Singapura seperti The Straits Times dan Channel NewsAsia menyoroti SYL mengkorupsi duit negara untuk berfoya-foya seperti liburan pakai jet pribadi hingga membeli perhiasan mahal untuk istri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

The Straits Times juga menekankan bahwa SYL merupakan menteri kabinet Presiden Joko Widodo keenam nan terjerat korupsi.

"Limpo adalah menteri keenam dalam kabinet Presiden Joko Widodo nan terjerat korupsi," bunyi laporan The Straits Times.

Selain itu, instansi buletin Malaysia, Bernama, dan protal buletin New Straits Times juga mewartakan perihal serupa.

Portal buletin Australia, ABC News, juga ikut menyoroti vonis SYL dengan titel "Former Indonesian agriculture minister jailed for corruption".

"Limpo menggunakan uangnya untuk membeli mobil mewah, bingkisan dan apartemen, menyewa jet pribadi, pesta dan pertemuan keluarga, serta untuk seremoni keagamaan dan ziarah. Limpo juga menggunakan suap tersebut untuk menyalurkan support kemanusiaan bagi korban musibah dan kepada partai politik Nasdem nan dipimpinnya," bunyi laporan ABC News.

Kantor buletin Inggris, Reuters, dan Prancis, AFP, hingga Associated Press (AP) juga turut memberitakan putusan pengadilan terhadap SYL ini.

[Gambas:Twitter]

[Gambas:Twitter]

[Gambas:Twitter]

[Gambas:Twitter]

Majelis pengadil Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menilai SYL telah terbukti melakukan pemerasan di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun penjara dan denda sebesar Rp300 juta dengan ketentuan andaikan denda tersebut tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan," ujar ketua majelis pengadil Rianto Adam Pontoh saat membacakan amar putusan, Kamis (11/7).

SYL juga dihukum dengan pidana tambahan berupa tanggungjawab bayar duit pengganti sejumlah Rp14,1 miliar dan 30.000 Dolar Amerika Serikat (AS), paling lama dalam waktu satu bulan setelah putusan memperoleh kekuatan norma tetap alias inkrah.

Jika tak bisa bayar duit pengganti dalam pemisah waktu tersebut, maka kekayaan bendanya disita dan dilelang oleh jaksa. Namun, jika kekayaan bendanya tidak mencukupi untuk menutupi duit pengganti, maka bakal diganti dengan pidana dua tahun penjara.

SYL dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf e jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Vonis ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa KPK nan mau SYL dihukum dengan pidana 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta subsider enam bulan kurungan ditambah duit pengganti sejumlah Rp44,2 miliar dan 30.000 Dolar Amerika Serikat (AS) subsider empat tahun penjara.

Tindak pidana ini dilakukan SYL bersama-sama dengan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan nonaktif Muhammad Hatta dan Sekretaris Jenderal Kementan nonaktif Kasdi Subagyono nan juga menjalani sidang vonis pada hari ini.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn indo
cnn indo