Korea Utara hingga Suriah, Inilah 6 Negara yang Sulit Dikunjungi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang libur panjang pertengahan tahun, liburan ke luar negeri menjadi pilihan sebagian orang. Hal ini nan menyebabkan orang-orang banyak nan mengusulkan visa guna syarat perjalanan ke luar negeri. Namun, beberapa negara mempunyai kebijakan visa nan sulit. Akibatnya negara tersebut susah untuk dikunjungi. 

Tak hanya soal visa, beberapa negara tersebut mempunyai patokan ketat soal kunjungan wisatawan dari luar negeri. Alasannya bermacam-macam, mulai dari dibatasi lantaran mau mempertahankan budaya lokal, argumen ketidakstabilan politik, hingga kondisi kondisi ekonomi nan tidak stabil.

Dilansir dari Every Country in the World, berikut sejumlah negara nan susah dikunjungi:

1. Suriah

Suriah merupakan negara dengan kebanyakan penduduknya berakidah Islam. Banyak peninggalan sejarah sejak era Kekhalifahan Umayyah hingga Utsmaniyah nan dibangun di sana. Bahkan dulu Suriah menjadi salah satu kota tercantik nan dikenal bumi lantaran keelokan arsitekturnya.

Namun, semenjak bentrok setelah perang dunia, Suriah dilanda kehancuran. Banyak peperangan nan terjadi. Bahkan dikatakan untuk keluar dari Suriah lebih susah daripada saat memasukinya. 

 Konflik politik negara ini menjadikan penduduk dan kota-kota dilanda ketidakstabilan. Kendala publikasi visa bukan datang dari negara ini, melainkan dari pemerintah negara lain nan melarang warganya untuk mengunjunginya. Hal ini lantaran resiko keamanan nan dikhawatirkan oleh pemerintah. 

2. Yaman

Yaman juga menjadi negara dengan kondisi pemerintahannya nan tidak stabil. Jumlah kunjungan visitor asing ke negara ini sangat dibatasi. Hal ini lantaran tetap adanya perang kerabat dan bentrok politik di dalam sistem pemerintahan saat ini.

Padahal negara ini mempunyai destinasi visitor alam dan sejarah nan unik. Yaman dipenuhi dataran tinggi dengan gunung-gunung dan gurun nan luas. Negara ini mempunyai sejarah dengan beragam latar belakang budaya nan sangat menarik. Mulai sejak era pra sejarah hingga era modern. 

3. Sudan 

Berkunjung ke Sudan kudu bersiap dengan persyaratan nan ribet soal visa. Anda bakal diminta menulis dengan panjang tujuan dan apa nan bakal dilakukan selama disana. Negara ini sebenarnya mempunyai kondisi politik nan tetap tegang. Namun, keelokan alam dan wisata untuk mengunjungi gurun dengan hewan endemik Afrika sangat menggoda. Apalagi, tawaran wisatanya sudah lebih baik saat ini dibandingkan dengan nan dulu. 

4. Korea Utara

Iklan

Bukan perihal baru jika Korea Utara menjadi salah satu negara nan susah dikunjungi. Alasannya lantaran kondisi politik mereka nan menerapkan kebijakan teramat ketat di nyaris setiap aspek kehidupan warganya. Bagi visitor nan mau berjamu dikenai beragam patokan nan ketat agar apa nan ada di dalam negara tersebut tidak diketahui oleh bumi luar.

Begitu pula sebaliknya, orang luar tidak serta merta bisa memberi alias meninggalkan pengaruh mereka. Hal ini agar masyarakat tidak terkena pengaruh asing nan dianggap rawan oleh pemerintah. 

Untuk itu, setiap orang asing nan diizinkan diizinkan memasuki negara tersebut, mereka kudu memesan tiket ke pemasok nan disetujui oleh pemerintah. Agen ini kemudian nan bakal menawarkan tur resmi nan dipandu oleh negara untuk menunjukkan bagian-bagian negara nan boleh diperlihatkan dan diijinkan oleh pemerintah Korea Utara.

5. Republik Demokratik Kongo

Salah satu negara di Benua Afrika ini memang sangat eksotik. Banyak pelancong nan mau mengunjungi negara ini lantaran pesona alamnya nan indah. Namun, negara ini relatif tidak stabil secara politik dan keamanan. Cukup susah untuk bisa masuk ke negara nan dikenal dengan kelimpahan sumber daya alam ini.

Selain itu, lantaran kondisi negaranya nan belum stabil banyak kekerasan militer nan terjadi hingga mengakibatkan banyak sektor menjadi tertinggal. Pendidikan nan tidak merata, masalah kesehatan, dan keamanan menjadi pertimbangan juga jika mau berjamu ke negara ini. 

6. Iran

Iran menjadi salah satu negara nan mempunyai tingkat keamanan cukup ketat bagi para visitor dari luar negeri. Apalagi bagi mereka nan berkewarganegaraan Amerika. Hal ini akibat bentrok nan berkepanjangan dari dua negara tersebut.

Selain dari Amerika, peraturan bagi para visitor internasional juga sangat ketat dan jumlahnya dibatasi. Setiap tahun menurut patokan nan dikeluarkan oleh negara itu hanya 1000 hingga 2000 visa diberikan kepada penduduk negara asing, dan bagi visitor asing lebih sedikit lagi. 

Selain itu, menurut peraturan, jika berjamu ke Iran kudu didampingi oleh pemandu resmi nan telah dilegalisasi oleh pemerintah Iran. Negara ini sebenarnya mempunyai banyak fans lantaran banyak peninggalan sejarah sejak ribuan tahun lampau nan tetap ada. Terutama bagi penganut kepercayaan islam. Iran menjadi wilayah di bawah kekuasaan dinasti Abbasiyah selama beratus-ratus tahun dan bukti sejarah banyak ditemukan disini. 

Pilihan Editor: Wisatawan Australia Paling Banyak Mengeluarkan Uang untuk Hiburan Malam

Sumber Tempo
Tempo