Kendala Revisi Bibir Sumbing, Ketakutan Biaya dan Konsultasi

Sedang Trending 3 hari yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Spesialis bedah plastik subspesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Kristaninta Bangun, mengatakan masalah biaya dan sesi konsultasi berbareng orang tua sering menjadi tantangan bagi pasien melakukan revisi bibir sumbing.

“Revisi bibir sumbing itu jika dikatakan perlu alias tidaknya, menurut saya itu perlu. Tapi kadang jika kita tanya secara pribadi biasanya kendalanya lantaran cemas biaya mahal,” katanya dalam obrolan daring, Rabu, 10 Juli 2024.

Kristan menuturkan orang tua pasien sering cemas jika biaya revisi bibir sumbing lebih mahal dari operasi sebelumnya. Akibatnya, operasi nan harusnya segera dilakukan, baik pada pasien anak maupun dewasa, jadi tertunda dalam beberapa waktu. Penundaan tersebut tentunya bakal berakibat pada kualitas hidup pasien, terutama untuk nan sudah dewasa. 

Ia menjelaskan pasien mungkin tetap mengalami kesulitan mengunyah alias menelan. Makanan alias minuman nan dikonsumsi sering kali keluar dari celah mulut sampai tingkat kepercayaan diri nan menurun. 

Tantangan selanjutnya berangkaian dengan komunikasi dua arah nan dilakukan berbareng orang tua selama sesi konsultasi. Kristan bercerita dalam beberapa sesi konsultasi pada kasus anak-anak, keduanya lebih banyak menyampaikan keluhan dibanding pasien sendiri.

“Menurut saya, untuk revisi bibir sumbing pada anak nan perlu diyakinkan itu orang tuanya. Seringkali anak itu belum sadar (soal penampilan). Intinya jika tetap kurang, kita tetap bisa lakukan perbaikan. Tapi hanya beda satu dua mili saja orang tua itu sudah terganggu,” paparnya.

Iklan

Ditanggung BPJS
Lebih lanjut Kristan menyatakan orang tua alias personil family pasien nan mau melakukan revisi bibir sumbing tidak perlu cemas soal biaya. Masyarakat sekarang dapat melakukan operasi dan biayanya ditanggung BPJS.

Ia menjelaskan family dapat mengusulkan rujukan nan biasanya dilakukan di RSUD terdekat ke RSCM agar segera mendapatkan tindakan sesuai kondisi pasien. Sementara mengenai sesi konsultasi, Kristan meyakinkan orang tua tidak perlu ragu lantaran beberapa rumah sakit seperti RSCM telah mempunyai tim tersendiri untuk menangani operasi revisi bibir sumbing.

Karena prosesnya perlu memastikan banyak perihal maka tindakan operasi baru bakal dilakukan setelah master nan berkepentingan berbincang dengan master dari departemen lain seperti THT, rehabilitasi medis, sampai psikolog, untuk mengetahui adanya masalah lain seperti trauma alias gangguan bentuk lain nan disebabkan bibir sumbing. Orang tua juga diharapkan tidak menunjukkan keluhan di depan pasien anak agar kepercayaan diri anak tidak berkurang akibat penampilan nan mungkin dinilai berbeda dari anak-anak dengan kondisi normal.

“Yang krusial anak itu diberikan kepercayaan bahwa dia punya kelebihan dalam beragam perihal selain kekurangannya. Jadi bisa mencegah dia tidak percaya diri lantaran penampilan,” saran Kristan.

Pilihan Editor: Dokter THT Jelaskan Cara Penanganan Bibir Sumbing dan Lelangit

Sumber Tempo
Tempo