Kemkominfo Kampanyekan Pentingnya Sadar Stunting ke Generasi Muda Maros

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

GenbestTalk yang diinisiasi Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo (Kemkominfo) digelar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Acara yang berlangsung kali ini mengampanyekan pentingnya pemahaman stunting sejak dini pada generasi muda, sebab minimnya pengetahuan akan stunting dapat mengakibatkan rendahnya kualitas keturunan mereka di masa depan.

PIC Produksi Konten dan Diseminasi Informasi Kesehatan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Septa Dewi Anggraeni mengatakan stunting menjadi masalah serius yang mengancam masa depan generasi muda Indonesia.

"Stunting menjadi ancaman bagi Indonesia dalam mencapai prize demografi karena akan mengurangi produktivitas generasi muda di masa depan akibat masalah kesehatan maupun daya saing," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Septa mengimbau generasi muda yang juga merupakan pegiat integer di Kabupaten Maros itu untuk selalu menerapkan perilaku hidup sehat. Dengan demikian, anak-anak mereka kelak terhindar dari bahaya stunting.

Ia mengungkapkan kegiatan GenbestTalk ini tidak hanya diisi dengan pemberian materi tentang pencegahan stunting, tetapi juga diisi dengan pembuatan konten yang materinya diberikan oleh pembuat konten Josh Hartwich.

"Dengan adanya shop ini, peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan aktif yang membantu dalam menyebarkan informasi terkait dengan stunting kepada masyarakat," kata Septa.

Dalam acara yang sama, Dokter Spesialis Gizi Klinik Putri Sakti menjelaskan stunting adalah gangguan pertumbuhan yang terjadi pada dua tahun pertama kehidupan. Salah satu tanda stunting ialah tinggi badan yang lebih pendek dari anak-anak seusianya.

Namun, ia menekankan anak bertubuh pendek belum berarti stunting yang berkaitan juga dengan tingkat kecerdasan.

"Stunting sangat berhubungan dengan berbagai macam penyakit yang terjadi pada anak dan juga kecerdasan. Oleh karenanya kondisi anak harus terus dijaga karena perkembangan otak yang optimalnya terjadi di dua tahun pertama kehidupan," katanya.

Ia pun mendorong kesadaran terhadap stunting ditingkatkan bagi generasi yang akan menjadi orang tua. Sebab hal ini dapat secara efektif menjadi langkah pencegahan stunting.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Ishaq Iskandar menyebutkan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan sudah mengadakan berbagai upaya untuk mengatasi stunting, termasuk berkolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia mencontohkan adanya aturan bupati untuk mewajibkan tablet tambah darah bagi remaja putri untuk mengatasi anemia. Selain itu, ada programme sarapan di sekolah, minum susu di sekolah, serta programme Rumah Gizi oleh PKK.

"Ada pula edukasi terhadap masyarakat bahwa ibu hamil harus kontrol sebanyak enam kali dan bisa USG gratis di Puskesmas. Lalu pengadaan alat-alat antropometri untuk pengukuran dan penimbangan bayi. Jadi, kalau ada anak dengan gejala stunting, bisa disampaikan ke kader, kepala desa, atau puskesmas agar bisa diperiksa dan diupayakan agar tidak memburuk kondisinya," papar Ishaq.

Ishaq pun mengimbau masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam penanganan stunting. Menurutnya, stunting sangat mungkin dicegah dan diatasi dengan kolaborasi karena stunting adalah permasalahan bersama.

Sebagai informasi, Genbest bertujuan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Melalui situs genbest.id dan media sosial @genbest.id, Genbest menyediakan berbagai informasi mengenai stunting, kesehatan, nutrisi, tumbuh kembang anak, sanitasi, kesiapan pernikahan, serta reproduksi remaja dalam bentuk artikel, infografik, dan videografik.

(ncm/ncm)

Sumber Detik News
Detik News