Keluarga Tentara Israel di Gaza Desak Prajurit Setop Perang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 12 Jun 2024 08:55 WIB

Media Israel melaporkan family para tentara IDF ini menyatakan tak lagi mendukung agresi Israel di Gaza. Keluarga minta tentara Israel segera setop perang. (REUTERS/DYLAN MARTINEZ)

Jakarta, CNN Indonesia --

Keluarga dari ratusan tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) nan bertempur di Jalur Gaza mendesak para prajurit menghentikan agresi dan segera kembali ke rumah.

Media Israel, Haaretz, melaporkan family para tentara IDF ini menyatakan tak lagi mendukung agresi Israel di Gaza.

"Kami mau memberi tahu anak-anak kami nan sedang bertempur bahwa mereka kudu menghentikan pertempuran sekarang, meletakkan senjata mereka, dan segera kembali ke rumah," demikian keterangan family tentara IDF dalam sebuah surat terbuka nan ditujukan kepada Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dan Kepala Staf Angkatan Darat Herzi Halevi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam surat itu, para family juga melayangkan kritik terhadap keputusan Knesset pada Senin (10/6) nan bakal menyetujui rancangan undang-undang (RUU) nan membebaskan laki-laki Ultra-Ortodoks dari wajib militer.

"Kami tidak menyangka bahwa undang-undang semacam ini bakal diloloskan sementara prajurit pemberani kami mempertaruhkan nyawa di medan perang," tulis mereka.

RUU itu lolos usai mengantongi 63 bunyi support di Knesset. Knesset mempunyai total 120 kursi.

Kini RUU tersebut bakal diserahkan ke Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan untuk dipersiapkan dalam pembacaan kedua dan ketiga sebelum akhirnya menjadi undang-undang.

Jika RUU ini disetujui, usia wajib militer bagi orang Yahudi Ultra-Ortodoks bakal berubah dari 26 menjadi 21. Tak ada pula dorongan berfaedah bagi mereka untuk mengikuti wajib militer ke tingkat selanjutnya.

Agresi Israel di Jalur Gaza hingga sekarang telah menewaskan lebih dari 37.100 orang. Mayoritas korban adalah anak-anak dan perempuan.

Israel tak henti-henti menghadapi kecaman internasional lantaran kerap menghabisi nyawa penduduk sipil tak berdosa.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) akhirnya mengangkat resolusi pendapat Amerika Serikat nan mendesak gencatan senjata di Jalur Gaza. Resolusi itu didukung oleh 14 negara yang, sementara Rusia memilih abstain.

Resolusi ini berisi tiga fase untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata komprehensif guna mengakhiri perang di Gaza.

Fase pertama mengenai gencatan senjata segera, pembebasan para sandera, pengembalian jenazah, hingga penarikan pasukan Israel dari wilayah berpenduduk di Gaza.

Fase kedua ialah mengakhiri permusuhan secara permanen dengan hadiah pembebasan seluruh sandera serta penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Fase ketiga mencakup rekonstruksi Gaza secara besar-besaran dalam beberapa tahun.

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn indo
cnn indo