Kasus Polwan Bakar Suami, Ini Imbauan Komnas Perempuan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) menanggapi kasus polwan bakar suami di Mojokerto, Jawa Timur pada Sabtu, 8 Juni 2024. Kasus itu terjadi lantaran Briptu Fadhilatun Nikmah naik pitam setelah menemukan penghasilan ke-13 suaminya, Briptu Rian Dwi Wicaksono diduga dipakai untuk gambling online dan hanya tersisa Rp 800 ribu. 

Komisioner Komnas Perempuan Veryanto Sitohang mengatakan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi lantaran banyak faktor. Kesulitan ekonomi menjadi salah satunya, terlebih sudah lazim menggunakan pinjaman online sebagai pengganti untuk mengatasi persoalan ekonomi.

“Ironisnya menimbulkan persoalan baru seperti tekanan mental, intimidasi, apalagi ancaman pembunuhan,” kata Veryanto saat dihubungi Tempo melalui pesan singkat pada Selasa malam, 11 Juni 2024. 

Pada kasus polwan bakar suami di Mojokerto ini, Veryanto mengatakan perlu penelusuran lebih jauh lantaran Briptu Fadhilatun baru melahirkan anak kembar 4 bulan sebelumnya. Diduga tersangka kasus KDRT itu mengalami baby blues.

Veryanto mengatakan, wanita nan mengalami baby blues memerlukan support family terutama suami untuk mengatasi kesehatan mentalnya. Situasi ini lebih berat ketika ekonomi rumah tangga juga terganggu, misalnya lantaran pinjaman online. 

Iklan

Komisioner Komnas Perempuan ini berambisi agar masyarakat tidak melakukan sperkulasi terhadap kasus ini lantaran ada kemungkinan tersangka, nan juga seorang istri dan ibu, adalah korban. Sebab Briptu Fadhilatun berada di lingkungan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

“KDRT nan tidak tertangani dengan baik dapat berulang dan berlanjut, dan bisa mengakibatkan kemarahan pada korban,” ujarnya.

Komnas Perempuan berambisi penanganan kasus polwan bakar suami ini dapat merujuk pada pendekatan wanita nan berhadapan dengan hukum. Hak wanita sebagai terlapor krusial untuk diperhatikan, terlebih tersangka Briptu Fadhilatun mempunyai anak balita. Masyarakat dan pemerintah juga diminta tidak menganggap remeh KDRT. “Dukungan kita krusial mencegah dan penanganan KDRT,” ucapnya. 

Pilihan Editor: Fakta Terbaru Bos Rental Mobil Dikeroyok hingga Tewas di Pati, Wilayah Sukolilo Disorot Netizen

Sumber Tempo
Tempo