Jokowi Soal Insentif Mobil Hybrid: Masih Dibicarakan Menteri

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Jumat, 03 Mei 2024 20:30 WIB

Presiden Jokowi mengatakan insentif mobil hybrid saat ini sedang dibicarakan Menteri Perekonomian dan Menteri Perindustrian. Presiden Joko WIdodo (Jokowi) mengunjungi Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) nan berjalan di JIExpo, Kemayoran, pada Jumat (3/5/2024). (CNNIndonesia/Aufa rayhansyah)

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka bunyi soal insentif mobil separuh listrik namalain hybrid oleh pemerintah. Ia menyebut para pembantunya tengah mengkaji perihal tersebut.

"Masih dibicarakan dengan menteri ekonomi dan perindustrian," kata dia saat mengunjungi Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024 di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (3/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insentif mobil hybrid sebelumnya kerap diwacanakan oleh para jejeran menteri di Kabinet Indonesia Maju, di antaranya oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang.

"Insentif untuk mobil hybrid sudah kita mulai bicarakan dalam internal pemerintah tunggu tanggal mainnya," kata Agus setelah membuka Giicomvec 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (8/3).

Praktis insentif mobil hybrid ini bakal menemani insentif nan sudah diberikan pemerintah untuk untuk sepeda motor listrik, mobil listrik dan bus listrik.

Tahun ini pemerintah sudah memulai lagi pemberian insentif bagi mobil listrik, ialah Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen buat model nan dirakit lokal dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Lalu pemerintah juga telah memberikan insentif bagi mobil listrik impor Completely Built Up (CBU) dan Completely Knock Down (CKD) ialah bebas bea masuk dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) untuk para penanammodal nan berkomitmen investasi.

Sejak tahun lampau motor listrik juga telah mendapatkan insentif Rp7 juta untuk pembelian unit baru dan Rp10 juta buat konversi.

Insentif seperti itu hingga sekarang belum dirasakan mobil hybrid dan truk listrik. Pada 2023 penjualan mobil hybrid mengalami lonjakan signifikan meski tanpa insentif, hingga 52.568 unit dan diprediksi bakal naik pada tahun ini.

Menyoal besaran insentif nan diberikan apakah setara mobil listrik alias di bawah, dia enggan berkomentar.

"Nanti kita bicarakan" ujar Menperin.

(can/fea)

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn indo
cnn indo