Isu Mau Tangkap Netanyahu, ICC Wanti-wanti soal Intimidasi Staf

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) memperingatkan tak boleh ada pihak nan mengintimidasi maupun menakut-nakuti staf mereka selama melakukan penyelidikan.

Dalam unggahan di X pada Jumat (3/5), instansi jaksa ICC menyatakan segala upaya nan menghalangi maupun mengintimidasi pekerjaan para staf pengadilan "harus segera dihentikan."

"ICC menegaskan bahwa seluruh upaya nan menghalangi, mengintimidasi, alias memengaruhi secara tidak tepat kudu dihentikan," tulis iCC dalam unggahannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ICC ini muncul setelah beberapa hari terakhir badan pengadilan dunia itu menolak berkomentar mengenai dugaan para pejabat Israel bahwa ICC hendak menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan dua bawahannya.

Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dan kepala staf Pasukan Pertahanan Israel Herzi Halevi disebut-sebut bakal menjadi buronan ICC imbas agresi Zionis di Jalur Gaza nan telah menewaskan lebih dari 34.600 orang.

Kendati demikian, pernyataan resmi ICC ini tidak menyinggung kasus-kasus apa pun. Pengadilan tidak memberikan indikasi mengenai surat perintah penangkapan, apalagi sama sekali tidak mengomentari klaim tersebut.

ICC hanya menyatakan bahwa pihaknya menyadari ada perhatian publik nan signifikan mengenai penyelidikan mereka baru-baru ini. ICC pun menyambut baik semua komentar, komunikasi, serta pendekatan seluruh pihak mengenai aktivitas ICC.

"ICC berupaya untuk terlibat secara konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan andaikan perbincangan semacam itu sejalan dengan mandat kami di bawah Statuta Roma untuk bersikap independen dan imparsial," tulis ICC.

Seiring dengan ini, ICC mengingatkan bahwa independensi dan imparsialitas pengadilan "akan terkikis" jika ada pihak-pihak nan menakut-nakuti bakal membalas pengadilan maupun pejabat pengadilan ketika ICC mengambil keputusan sesuai dengan yurisdiksinya.

"Ancaman semacam itu, meskipun tidak ditindaklanjuti, juga merupakan pelanggaran terhadap penyelenggaraan peradilan di bawah Pasal 70 Statuta Roma," demikian bunyi keterangan ICC.

Pasal 70 Statuta Roma sendiri melarang setiap tindakan jawaban nan menargetkan pejabat pengadilan nan melakukan pekerjaannya, maupun tindakan mengintimidasi serta memengaruhi pekerjaan para pejabat ICC.

Isu bahwa Netanyahu bakal diburu oleh ICC telah beredar selama beberapa waktu terakhir. Netanyahu sampai dikabarkan 'stres' dan resah lantaran perihal ini.

Tel Aviv menuduh pemerintah Palestina telah menekan jaksa ICC untuk menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap para pejabat Israel.

Israel pun mengultimatum jika ICC betul-betul menerbitkan surat perintah tersebut, mereka bakal meminta pertanggungjawaban pemerintah Palestina dan memberikan tindakan tegas nan membikin mereka "runtuh".

Amerika Serikat, di sisi lain, juga meminta secara pribadi kepada pejabat ICC untuk tidak menerbitkan surat tersebut.

"Kami diam-diam mendesak ICC untuk tidak melakukannya. Langkah ini hanya bakal memanaskan situasi. Israel bakal membalas Otoritas Palestina," kata pejabat AS.

(blq/dna)

Sumber cnn indo
cnn indo