Israel Menuju Daftar Hitam PBB, Apa Konsekuensinya?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Dilansir dari Aljazeera, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bakal menambahkan Israel ke dalam "daftar hitam" negara-negara nan telah melakukan pelanggaran terhadap anak-anak dalam bentrok bersenjata, seperti nan dikonfirmasi oleh seorang diplomat Israel. Ribuan anak Palestina telah tewas akibat serangan militer Israel nan terus bersambung di Jalur Gaza.

Dalam sebuah unggahan di media sosial X pada hari Jumat, 7 Juni 2024, Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan, mengatakan bahwa dia menerima pemberitahuan resmi dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengenai keputusan tersebut.

Erdan menyebut keputusan ini sebagai sesuatu nan "sangat keterlaluan dan salah," sembari membagikan video dirinya berbincang di telepon dan mengutuk langkah tersebut.

"Saya merespons keputusan nan memalukan ini dan mengatakan bahwa tentara kami adalah nan paling beradab di dunia. Satu-satunya nan kudu masuk daftar hitam adalah Sekretaris Jenderal nan mendorong dan mendukung terorisme dan didorong oleh kebencian terhadap Israel," tulis Erdan.

Palestina Sambut Baik Keputusan PBB

Laporan tahunan tentang anak-anak dalam bentrok bersenjata telah mencatat "daftar pihak-pihak nan terlibat dalam pelanggaran terhadap anak-anak," termasuk pembunuhan dan pemutilasian, kekerasan seksual, serta serangan terhadap sekolah dan rumah sakit.

Daftar hitam ini bermaksud untuk mengecam pihak-pihak nan terlibat dalam pelanggaran terhadap anak-anak. Namun, negara-negara lain dapat menggunakan daftar ini untuk membatasi penjualan senjata kepada pelanggar.

Pejabat senior Palestina, Riad Malki, menyambut baik keputusan PBB pada hari Jumat, 7 Juni 2024,  dengan mengatakan bahwa langkah ini sudah lama tertunda. 

"Sekarang, dihadapkan dengan musibah di Gaza nan dilihat bumi dengan mata bugil dengan genosida nan secara unik menargetkan anak-anak dan perempuan, Sekretaris Jenderal PBB tidak lagi mempunyai argumen untuk tidak memasukkan Israel dalam daftar hitam," kata Malki dalam sebuah pernyataan.

Kekejaman Israel di Palestina

Kelompok-kelompok kewenangan asasi manusia telah mengutuk akibat mengerikan dari pemboman dan pengepungan Israel di Gaza terhadap anak-anak Palestina di seluruh wilayah tersebut. Lebih dari 36.700 penduduk Palestina telah tewas dalam serangan Israel sejak awal Oktober, termasuk 15.571 anak, menurut instansi media pemerintah Gaza.

Para mahir PBB juga mengatakan bahwa pembatasan Israel terhadap pengiriman makanan, air, obat-obatan, dan pasokan krusial lainnya telah menciptakan krisis kemanusiaan, dengan beberapa bagian wilayah pantai tersebut menghadapi ancaman kelaparan.

Iklan

Apa itu Daftar Hitam PBB

Daftar hitam PBB, dalam konteks pelanggaran terhadap anak-anak dalam bentrok bersenjata, merujuk pada daftar tahunan nan disusun oleh Sekjen PBB nan mencantumkan pihak-pihak nan dianggap telah melakukan pelanggaran berat terhadap anak-anak dalam situasi bentrok bersenjata.

Pelanggaran ini meliputi pembunuhan dan pemutilasian, perekrutan dan penggunaan anak-anak sebagai tentara, kekerasan seksual terhadap anak-anak, penculikan anak-anak, serangan terhadap sekolah dan rumah sakit, serta penolakan akses kemanusiaan kepada anak-anak.

Latar belakang pembuatan daftar ini berasal dari upaya internasional untuk melindungi hak-hak anak-anak nan terjebak dalam situasi konflik. Pada 1999, Dewan Keamanan PBB mengangkat Resolusi 1261, nan menandai pertama kalinya masalah anak-anak dalam bentrok bersenjata diakui sebagai rumor keamanan dan perdamaian internasional. 

Syahdan, laporan tahunan mengenai anak-anak dalam bentrok bersenjata dan daftar hitam ini dibuat sebagai perangkat untuk meningkatkan akuntabilitas dan mendorong tindakan untuk melindungi anak-anak.

Konsekuensi dari Masuk dalam Daftar Hitam PBB

  1. Pengawasan Internasional: Pihak-pihak nan dimasukkan dalam daftar hitam bakal berada di bawah pengawasan ketat oleh organisasi internasional. Mereka diharapkan untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk menghentikan dan mencegah pelanggaran terhadap anak-anak.
  2. Tekanan Diplomatik dan Ekonomi: Negara alias golongan nan masuk dalam daftar ini dapat menghadapi tekanan diplomatik nan signifikan dari negara-negara personil PBB. Tekanan ini bisa berupa kecaman internasional, hukuman ekonomi, alias pembatasan hubungan diplomatik.
  3. Pembatasan Bantuan Militer dan Ekonomi: Negara-negara personil PBB dapat menggunakan daftar hitam ini sebagai dasar untuk membatasi alias menghentikan support militer dan ekonomi kepada negara alias golongan nan tercantum dalam daftar. Hal ini untuk memastikan bahwa support tidak digunakan untuk melanjutkan alias memperburuk pelanggaran terhadap anak-anak.
  4. Stigma dan Kerusakan Reputasi: Masuknya dalam daftar hitam membawa stigma internasional dan merusak reputasi negara alias golongan di mata dunia. Ini bisa berakibat negatif pada upaya mereka untuk mendapatkan support internasional dalam beragam isu.
  5. Dorongan untuk Reformasi: Pihak nan masuk dalam daftar hitam sering kali didorong untuk melakukan reformasi dan menunjukkan komitmen nyata untuk melindungi hak-hak anak. Ini bisa termasuk mengangkat kebijakan baru, melatih pasukan keamanan, dan bekerja sama dengan organisasi internasional untuk mengimplementasikan langkah-langkah perlindungan anak.

Pilhan Editor: Israel Lakukan Kejahatan Lingkungan Selain Genosida, Apa Saja?

Sumber Tempo
Tempo