Israel Bangun Sistem Pertahanan 'Cyber Dome' Buat Hadapi Iran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Jumat, 03 Mei 2024 21:05 WIB

Israel disebut sedang bangun sistem pertahanan siber Ilustrasi. Israel bangun sistem pertahanan bumi maya nan disebut Cyber Dome. Foto: REUTERS/Kacper Pempel

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Israel disebut tengah membangun sistem pertahanan "cyber dome" untuk mempertahankan diri dari serangan siber, terutama dari musuh bebuyutan Iran.

"Ini adalah perang diam-diam, perang nan tidak terlihat," kata Kepala Kerja Sama Internasional di Direktorat Siber Nasional Israel, Aviram Atzaba.

Atzaba menyebut meski Israel telah menghadapi serangan golongan Hamas pada 7 Oktober lampau dengan Iron Dome, namun mereka juga mewaspadai serangan siber nan signifikan dari Iran dan sekutunya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka berupaya meretas apa pun nan mereka bisa," ujarnya kepada AFP.

Dia mengaku ada sekitar 800 serangan siber signifikan nan telah digagalkan, sejak perang Israel-Hamas pecah. Atzaba menyebut beberapa sasarannya antara lain organisasi pemerintah, prasarana militer, dan sipil.

Namun ada juga beberapa serangan nan sukses menembus Israel, di antaranya serangan siber atas rumah sakit di kota Haifa dan Safed, di mana info pasien dicuri.

Dia menyebut Israel selama dua tahun terakhir tengah membangun sistem terpusat dan real-time, nan bekerja secara proaktif untuk melindungi bumi maya Israel.

Peneliti di Institut Studi Keamanan Nasional, Chuck Feilich, mengatakan musuh bebuyutan Israel, Iran, adalah "musuh nan mengesankan" dalam perang bumi maya.

"Serangannya bermaksud untuk menyabotase dan menghancurkan infrastruktur, tetapi juga mengumpulkan info intelijen dan menyebarkan info tiruan untuk tujuan propaganda," ungkap Feilich.

Pemerintah Iran sendiri "menyambut baik" serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober lalu, nan telah menewaskan 1.170 orang di sisi Israel.

Sementara itu hingga sekarang korban agresi sadis Israel ke Palestina telah mencapai lebih dari 34 ribu orang, di mana sebagian besar korban tewas adalah wanita dan anak-anak.

(dna/dna)

Sumber cnn indo
cnn indo