Irish Bella Ungkap Anak Pertamanya Alami Speech Delay, Apa Penyebabnya?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Artis Irish Bella mengungkapkan bahwa anak pertamanya, Air Rumi, mengalami keterlambatan berbincang alias speech delay. Pernyataan ini dia sampaikan lewat aktivitas BROWNIS Trans TV. Menurut Irish, perihal ini terjadi lantaran putranya lahir di masa pandemi Covid-19, nan membikin perkembangan bicara anak-anak nan lahir pada periode tersebut condong terlambat.

Air Rumi saat ini tengah menjalani terapi dan mendapatkan mentoring untuk mengatasi speech delay nan dialaminya. 

“Abang Air itu lahir di masa pandemi, dan anak nan lahir di masa pandemi memang telat bicaranya, jadi sedang terapi dan mentoring-mentoring juga,” ujar Irish Bella pada Rabu, 5 Juni 2024.

Dalam pernyataannya, Irish Bella merasa bersalah lantaran kondisi nan dialami putranya. Ia menyadari bahwa langkah pengasuhannya, termasuk sering memberikan gadget sebagai hiburan, turut berkontribusi terhadap keterlambatan bicara Air Rumi. 

“Namanya anak pertama memang banyak salahnya sebagai orang tua, mungkin dulu sering dikasih gadget, alias ada nan terlambat, tapi sekarang lagi diperbaiki,” katanya.

Belajar dari pengalaman tersebut, Irish sekarang lebih berhati-hati dalam mengasuh kedua anaknya. Ia tidak hanya membatasi penggunaan gadget, tetapi juga memperhatikan pemberian makanan kepada anak-anaknya. 

Irish mengaku terlambat menyadari bahwa pemberian makanan nan tepat dapat memengaruhi keahlian bicara anak. 

“Kalau dari mini sudah dikasih gadget, ngomong itu bisa terlambat,” kata dia.

Apa itu Speech Delay

Iklan

Dilansir dari Siloam Hospital, speech delay adalah kondisi keterlambatan keahlian anak dalam berbincang alias menyampaikan sesuatu. Anak nan mengalami speech delay bisa mengucapkan kata-kata, tetapi kesulitan dalam menghubungkannya sehingga kata-katanya susah dipahami. 

Kondisi ini sering kali diabaikan oleh orang tua lantaran dianggap bisa lenyap dengan sendirinya. Padahal, sebagian kasus speech delay memerlukan terapi dan intervensi dokter. 

Penyebab pasti speech delay belum diketahui, tetapi beberapa kondisi nan diduga dapat mempengaruhi terjadinya speech delay antara lain kondisi medis di kandungan alias baru lahir, seperti berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, bayi kuning, jangkitan TORCH nan dapat memicu masalah pendengaran pada bayi, tidak mendapatkan cukup oksigen saat lahir (asfiksi), serta hipotiroid kongenital nan tidak terdiagnosis lebih awal. 

Selain itu, riwayat kejang, trauma kepala, dan radang otak pada bulan-bulan awal kehidupan dapat meningkatkan akibat speech delay. Masalah pendengaran juga merupakan penyebab utama, dimana gangguan pendengaran dapat membikin anak hanya bisa mendengar dengan volume tertentu, mempengaruhi keahlian berbicara. 

Beberapa tanda nan perlu dicurigai sebagai indikasi speech delay adalah susah merespons saat diajak berbicara, jarang meniru perkataan orang lain, kesulitan menyebut nama-nama barang di rumah, lebih sering menunjukkan gestur tubuh daripada berbincang saat meminta sesuatu, dan menghindari kontak mata dengan musuh bicara. 

Penanganan Medis

Penanganan medis untuk speech delay biasanya melibatkan terapi wicara, namun orang tua juga dapat melakukan beberapa upaya di rumah untuk menstimulasi keahlian bicara anak, seperti sering membujuk anak berbicara, menanggapi perkataan anak, mengusulkan pertanyaan dan memintanya untuk memilih, membantu anak memahami nama benda, membacakan cerita untuk anak, dan membatasi penggunaan gadget. Dengan mengenali penyebab, gejala, dan langkah mengatasi speech delay, orang tua dapat lebih proaktif dalam membantu anak mengembangkan keahlian berbincang mereka.

Pilihan Editor: Anak Terlambat Bicara Jauhkan dari Gawai

Sumber Tempo
Tempo