Houthi Tawarkan Studi bagi Mahasiswa Pro-Palestina AS yang Diskors

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 04 Mei 2024 08:55 WIB

Milisi Houthi menawarkan mahasiswa Amerika Serikat nan diskors buntut demo pro-Palestina untuk mengenyam pendidikan di Yaman. Ilustrasi. Milisi Houthi menawarkan mahasiswa Amerika Serikat nan diskors buntut demo pro-Palestina untuk mengenyam pendidikan di Yaman. (AFP/ELIJAH NOUVELAGE)

Jakarta, CNN Indonesia --

Milisi Houthi menawarkan mahasiswa Amerika Serikat nan diskors buntut demo pro-Palestina untuk mengenyam pendidikan di Yaman.

"Kami serius menyambut mahasiswa-mahasiswa nan diskors dari universitas-universitas AS lantaran mendukung Palestina," kata seorang pejabat di Universitas Sanaa, kampus nan dioperasikan oleh Houthi, kepada Reuters.

"Kami berjuang dalam pertempuran ini berbareng dengan Palestina dengan segala langkah nan kami bisa," lanjut dia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah pernyataan, Universitas Sanaa menyatakan bahwa mahasiswa-mahasiswa AS nan diskors imbas tindakan pro-Palestina dapat melanjutkan studi di Yaman.

Universitas Sanaa mendukung tindakan mahasiswa dan sebaliknya mengutuk keras represi terhadap mereka.

"Dewan universitas mengutuk penindasan terhadap kebebasan berekspresi nan dialami akademisi dan mahasiswa di universitas-universitas AS dan Eropa," demikian pernyataan majelis Universitas Sanaa.

Dalam pernyataan tersebut, Universitas Sanaa juga memberikan alamat email nan dapat dihubungi mahasiswa jika mau menerima tawaran tersebut.

Tawaran Houthi ini tampaknya memicu sarkasme dari penduduk Yaman sendiri.

Seorang pengguna media sosial mengunggah foto dua orang Barat mengunyah daun narkotika Yaman, Qat. Foto ini disebut sebagai gambaran mahasiswa AS berkuliah tahun kelima di Universitas Sanaa.

Amerika Serikat dan Inggris tahun ini kembali memasukkan Houthi ke dalam daftar golongan teroris buntut serangan terhadap kapal-kapal mengenai Israel di Laut Merah. Aksi ini sedikit banyak membikin rugi perekonomian global.

Ribuan mahasiswa di seluruh AS selama beberapa pekan terakhir berunjuk rasa untuk mendukung perjuangan Palestina di Jalur Gaza.

Sambil berkemah, mereka menuntut kampus masing-masing untuk tak lagi berasosiasi dengan perusahaan Israel.

Kendati begitu, tindakan tenteram tersebut justru ditanggapi dengan kekerasan. Nyaris 2.200 mahasiswa ditangkap abdi negara kepolisian lantaran dinilai mengganggu ketertiban umum.

(blq/asr)

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn indo
cnn indo