Heru soal Jakarta Semrawut: Jangan Bebankan ke Saya Dong, Itu PR Berkelanjutan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Ketua DPW PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas menilai Jakarta semakin semrawut. Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta hal itu tak dibebankan hanya kepada dirinya.

Heru Budi awalnya bicara soal kajian yang dilakukan pada tahun 2000. Dia mengatakan kajian itu menyebut Jakarta akan mengalami kemacetan parah jika masalah lalu lintas tak diurus dengan benar dalam 20 tahun ke depan. Bahkan, katanya, macet akan langsung dirasakan saat warga keluar rumah.

"Yang pertama kita lihat dari sisi mana semrawutnya itu, saya rasa kalimat itu bagi kota Jakarta tidak patut untuk disampaikan, yang ada mungkin perlu penataan. Contoh, memang PR-nya Jakarta banyak, contoh mungkin dari semrawut itu dari sisi lalu lintasnya ya yang dimaksud semrawut ya mungkin kemacetan," ujar Heru Budi dalam programme d'Rooftalk detikcom, Rabu (10/7/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2000, Gubernur pada saat itu sudah menganalisa dan sudah ada hasil studinya dari para akademisi akademisi para perguruan tinggi ternama, hasilnya adalah tahun 2020, 20 tahun kemudian saat kita bicara tahun 2000, 20 tahun kemudian jika Jakarta tidak diurus dengan baik masalah transportasi maka 20 tahun kemudian Jakarta akan timbul kemacetan, bahkan kalimatnya keluar dari rumah pun sudah macet, sekarang sudah 2024," tambahnya.

Heru Budi menilai masalah kemacetan itu harusnya tak hanya dibebankan ke dirinya. Dia menilai masalah itu merupakan PR berkelanjutan dari setiap Gubernur Jakarta.

"Jadi kalau dibilang semrawut ya nggak dibebankan ke saya dong, itu kan sebuah PR yang harus berkelanjutan, siapapun gubernurnya tidak boleh kosong untuk melakukan penataan, katanya semrawut, kita berbicara transportasi nih," katanya.

Sebelumnya, Ketua PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas mengungkap beberapa alasan mencalonkan lagi mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Pilgub Jakarta. Hasbiallah mengatakan usulan itu datang dari pertimbangan para kader PKB di tingkat DPW.

"Yang pertama pertimbangan kader yang di bawah dari tingkat bawah sampai DPW menginginkan Pak Anies," kata Hasbiallah dalam talkshow d'Rooftalk detikcom dengan tema d'Rooftalk: Di Balik Kode 'Menarik' untuk Anies, Rabu (12/6).

Hasbiallah mengatakan partainya juga melihat kinerja Anies saat memimpin Jakarta. Dia menyebut saat ini kondisi Jakarta semrawut setelah Anies tidak menjabat lagi.

"Yang kedua yaitu kinerja Jakarta, kinerja Jakarta kita lihat selama Mas Anies tidak ada dua tahun di DKI Jakarta, ninggalin Jakarta, makin semrawut DKI Jakarta," katanya.

Hasbiallah mengaku sudah menyampaikan kondisi Jakarta saat ini kepada Anies. Dia lalu mengungkit beberapa masalah, termasuk soal Kartu Jakarta Pintar (KJP), yang belum tersalurkan.

"Saya datang ke Pak Anies, membahas Jakarta 'gimana Jakarta kondisi Jakarta seperti ini' saya sampaikan 'mohon maaf kebutuhan masyarakat bawah hari ini sangat terabaikan'," ujarnya.

"Coba kita lihat zaman Pak Anies dengan hari ini, ini yang menyebabkan PKB untuk masyarakat bawah, salah satu contoh misalnya lansia, (kartu) lansia dipotong Rp 300 ribu, Pak, KJP Jakarta Pintar sampai hari ini belum cair padahal masyarakat sangat membutuhkan ini, bahkan rumah ibadah itu dipotong 50 persen dan tidak ada di zaman Pak Anies begini. Ini faktor yang PKB ingin Pak Anies," tambahnya.

(azh/haf)

Sumber Detik News
Detik News