Harga Minyak Dunia Turun, Analis: Gara-gara Cadangan Minyak AS Melimpah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Analisis Deu Calion Futures (DCFX) Andrew Fischer menyebut nilai minyak bumi menurun akibat peningkatan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS). Menurut Fischer, ada perubahan tren bullish (optimis nilai naik) menjadi bearish (berpandangan nilai turun). 

Reuters sebelumnya melaporkan, nilai minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2024 turun sebesar US$ 2,93 per barel alias sekitar 3,6 persen menjadi US$ 79 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan, nilai minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli 2024 merosot sebesar US$2,89 per barel alias sekitar 3,4 persen menjadi US$83,44 per barel di London ICE Futures Exchange. 

Berdasarkan pada info Energy Information Administration (EIA) pada Rabu lalu, Fischer menyampaikan persediaan minyak Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan sebesar 7,3 juta barel pada pekan nan berhujung pada 26 April 2024. Dia menyebut, nomor itu melampaui prediksi sebelumnya dari para analis nan memperkirakan penurunan sebesar 1,1 juta barel. 

"Peningkatan nan tak terduga ini mengindikasikan adanya potensi surplus pasokan, nan pada gilirannya menekan nilai minyak," kata Fischer dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 3 Mei 2024.

Lebih lanjut, Fischer juga mengatakan bahwa meredanya beberapa bentrok dunia dalam beberapa hari terakhir turut mempengaruhi sentimen pasar. Menurut dia, bentrok nan mereda condong mengurangi ketegangan geopolitik nan berujung pada berkurangnya kekhawatiran bakal gangguan pasokan minyak.

Iklan

"Hal ini menjadi salah satu aspek utama nan mendukung prediksi pelemahan nilai minyak dalam waktu dekat," ujarnya. 

Tak sampai di situ, Fischer juga menyatakan pasar bakal resah menjelang pertemuan Federal Reserve di mana bank sentral diharapkan bakal memberikan pernyataan nan lebih hawkish (mengarah ke kenaikan suku bunga). Fischer menyebut antisipasi terhadap kebijakan nan lebih ketat dari The Fed telah mendorong penguatan dolar AS nan pada gilirannya memberikan tekanan tambahan terhadap nilai minyak. 

"Hal ini terjadi lantaran minyak diperdagangkan dalam dolar, sehingga penguatan dolar membikin minyak menjadi lebih mahal bagi penanammodal nan menggunakan mata duit lain," tuturrnya. 

Pilihan Editor: Daftar 7 Lowongan Kerja BUMN dan Swasta pada Mei 2024

Sumber Tempo
Tempo