Hadiri Sidang Etik MK, Anwar Usman Jelaskan Hubungannya dengan Kuasa Hukum KPU

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) menggelar sidang etik lanjutan terhadap Anwar Usman. Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna mengatakan pihaknya telah mendengarkan penjelasan Anwar Usman mengenai dugaan pelanggaran kode etik nan dilakukannya.

“Hari ini kami mendengarkan keterangan dari Hakim terlapor (Anwar Usman) dan itu adalah kewenangan beliau,” kata Palguna ketika ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa, 11 Juni 2024

Anwar Usman dilaporkan oleh advokat Zico Leonardo Djagardo Simanjuntak atas dugaan pelanggaran etik mengenai prinsip kepantasan dan kesopanan nan tercantum dalam Sapta Karsa Hutama.

Zico menilai adanya dugaan bentrok kepentingan antara Anwar Usman dan advokat Muhammad Rullyandi. Ia menyebut, Rullyandi menjadi mahir dalam persidangan gugatan nan diajukan Anwar Usman di PTUN terhadap Ketua MK Suhartoyo. Sebelumnya, Rullyandi menjadi kuasa norma KPU dalam persidangan PHPU Pileg nan ditangani oleh Anwar.

Palguna mengatakan, dalam pemeriksaan nan digelar secara tertutup, Anwar telah menjelaskan hubungannya dengan Rullyandi.

“Beliau hanya menerangkan bahwa beliau tidak berkomunikasi dengan ahlinya (Muhammad Rullyandi). Itu sepenuhnya diserahkan kepada pengacaranya. Pertimbangan terbaik pengacaranya nan digunakan dalam pemilihan ahli. Itu nan bisa kami gali,” ujarnya.

Pertemuannya dengan Anwar, lanjutnya, melangkah singkat lantaran MKMK hanya mendengarkan keterangan pengadil terlapor, sehingga untuk pertimbangan melanggar alias tidaknya bakal diucapkan dalam sidang putusan.

“Waktunya tidak sampai 30 menit. Kalau untuk menilai, itu kelak di sidang putusan,” kata dia.

Iklan

Anwar Usman terpantau tiba di Gedung 2 MK pada sekitar pukul 14.12 WIB. Ia datang dengan mengenakan kemeja batik berwarna abu-abu. Adapun sidang dijadwalkan melangkah pada pukul 14.00 WIB. Pada sekitar pukul 17.50 WIB, mobil nan membawa Anwar terpantau meninggalkan MK.

Sementara itu, Zico telah menjalani sidang pemeriksaan. Sidang itu digelar secara tertutup pada Rabu, 5 Juni 2024.

Dalam laporannya, dia mengatakan tidak layak andaikan seorang pengadil meminta jasa sebagai mahir dari seorang pengacara nan sedang mempunyai perkara nan diadili oleh pengadil tersebut.

“Dalam penalaran nan wajar, Anwar Usman bisa memilih mahir lain, tidak kudu Rullyandi, di mana Anwar pun menghadirkan mahir lain, ialah Pujiono. Kenapa kemudian memilih Rullyandi nan jelas-jelas mempunyai sengketa nan diadili oleh Anwar sendiri? Bahkan lebih lagi, perkara PHPU Legislatif nan ditangani Rullyandi berada dalam panel nan mana Anwar berada di dalamnya,” kata dia.

Menurutnya, Anwar semestinya lebih mawas diri setelah dijatuhi hukuman teguran sebagaimana dalam Putusan MKMK Nomor 1/MKMK/L/03/2024, namun Anwar kembali melakukan tindakan nan dipertanyakan kepantasan dan kesopanannya.

Dalam pokok laporannya, Zico menyatakan andaikan laporan nan dia ajukan betul adanya, dia memohon kepada MKMK untuk menjatuhkan hukuman pemberhentian dengan tidak hormat kepada Anwar Usman alias setidak-tidaknya memohon putusan seadil-adilnya.

Pilihan Editor: Kasus Korupsi PT Telkom, KPK Sebut Kerugian Negara di Atas Rp 100 M

Sumber Tempo
Tempo