Ditinggal Pendiri, Saham GOTO Ditutup di Level Terendah Sepanjang Masa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Ilustrasi GoTo. (Dok. gotocompany.com) Foto: Ilustrasi GoTo. (Dok. gotocompany.com)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah resmi ditinggal para pendiri, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) menutup perdagangan pada level paling rendah sepanjang masa. 

GOTO dalam beberapa hari terakhir bertengger di level gocap dan akhirnya pada perdagangan kemarin, Selasa (11/6/2024), ditutup turun 5,36% ke level 53. Kinerja ini melanjutkan tren hari sebelumnya, di mana GOTO ditutup pada nilai 56, turun 3,45%.

Sebagai informasi, nilai penutupan paling rendah GOTO, ialah pada 30 Oktober 2023. Kala itu GOTO menutup perdagangan dengan nilai 56.

Amblesnya saham GOTO seiring dengan pemegang saham emiten teknologi tersebut resmi menyetujui perombakan jejeran dewan dan komisaris perusahaan. Secara resmi seluruh pendiri dan pihak perseorangan pemegang saham Seri B (saham founder) resmi hengkang dari posisi strategis.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) nan digelar Selasa, 11 Juni 2024 RUPSLB setuju untuk tidak memperpanjang kedudukan para founder GOTO sebagai komisaris dan kepala perusahaan.

Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya dan Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto tidak lagi melanjutkan masa jabatannya sebagai Komisaris dan Direktur GOTO.

Selanjutnya, sosok sentral dalam merger Gojek-Tokopedia dan merupakan co-founder GOTO Andre Soelistyo juga pengunduran dirinya dari majelis komisaris perusahaan telah diterima.

Sebelumnya, pemegang saham juga sepakat merestui Patrick Walujo menjadi pihak nan dapat mempunyai saham Seri B alias dikenal sebagai saham founder.

Pemberian saham founder kepada pihak non-pendiri bukan pertama kali dilakukan oleh GOTO. Sebelumnya pemegang saham telah lebih dulu memberikan persetujuan kepada tiga orang lain untuk dapat mempunyai saham Seri B GOTO.

Tahun lalu, Catherine Hindra Sutjahyo, Hans Patuwo dan Pablo Malay disetujui oleh pemegang saham untuk dapat menjadi pemegang saham Seri B.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada satupun pihak di luar para founder nan saat ini mempunyai saham Seri B nan memberikan kewenangan bunyi 30 kali lebih besar dari pemegang saham biasa alias saham Seri A.

Adapun GOTO resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 11 April 2024 dengan nilai Rp 388. Dengan demikian saat ini nilai saham GOTO diperdagangkan 86% di bawah nilai penawaran perdana. 


[Gambas:Video CNBC]

Artikel Selanjutnya

Video: GOTO Gelar Public Expose, Sahamnya Kok Loyo?


(mkh/mkh)

Sumber CNBC
CNBC