Di Palmerah Ada Nasi Uduk Favorit Cing Abdel hingga Willgoz, Cobain Yuk!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Nasi Uduk Ibu Sidar lokasinya 'ngumpet' di gang, tapi banyak pemburu makanan lezat rela datang jauh-jauh ke sini demi mencicipi sajiannya nan terkenal enak. Nasi uduk ini pun jadi favorit banyak food vlogger.

Nasi uduk Betawi di Palmerah, Jakarta Barat ini sudah diliput banyak food vlogger lantaran karakter letak dan kelezatan rasa menunya. Namanya Nasi Uduk Ibu Sidar nan bertempat tinggal di Jalan Palmerah Utara IV Nomor 14, RT 13/RW 6 (Gang Madat).

Lokasinya jadi daya tarik lantaran berada di dalam gang sempit. Lalu jenis lauk-pauknya disusun di etalase kaca nan mungil. Semua tersaji fresh setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski lokasinya 'ngumpet' dan tersembunyi, tapi Nasi Uduk Ibu Sidar selalu dicari. Ini tak lain lantaran rasa menunya nan terkenal enak.

Banyak food vlogger apalagi rela jauh-jauh ke sini untuk mencicipi menunya sekaligus berjumpa dengan sang penjual, Mpok Niar ialah anak Ibu Sidar. Mulai dari Farida Nurhan, William Gozali, Nex Carlos, Enjoy Aja, sampai Cing Abdel.

Melihat unggahan YouTube mereka, Nasi Uduk Ibu Sidar banyak dipuji enak. Willgoz, misalnya, memuji lauk ayam goreng ketumbar di sini nan lembek dan bumbunya meresap. Lalu Cing Abdel jatuh cinta dengan cita rasa nasi uduk Betawi nan sudah enak, meski hanya dimakan dengan gorengan dan sambal kacang.

detikfood (30/4/2024) mampir ke Nasi Uduk Ibu Sidar untuk membuktikan langsung kelezatan menu di sini. Kami berjumpa dengan Mpok Niar nan sekarang mengelola upaya nasi uduk sang ibu.

Nasi uduk lezat sejak tahun 2000

 Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol nan Legit!Nasi Uduk Ibu Sidar nan dijajakan sejak tahun 2000 sudah dicicipi banyak food vlogger. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Mengawali kisahnya, Mpok Niar berujar Ibu Sidar memulai upaya nasi uduk sejak tahun 2000. Namun pada 2012, dia mengambil alih sampai sekarang.

"Tadinya saya kerja di kantor, jadi admin. Lima tahun, saya resign. Saya jual beli nasi uduk aja deh. Fokus sampai sekarang," katanya. Kemampuan masaknya diperoleh secara otodidak lantaran dulu sering membantu sang ibu masak.

Kini sang ibu hanya mengawasi usahanya sembari sesekali turun tangan membantu. Diakui Mpok Niar, resep nan dia pakai sampai sekarang tetap menggunakan resep nan sama dengan ibu Sidar.

Sehari bisa ludes 20 liter nasi uduk

 Nasi Uduk 'Ngumpet' di Palmerah Pakai Semur Jengkol nan Legit!Nasi uduk nan gurih wangi tersedia setiap harinya. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Tingginya fans Nasi Uduk Ibu Sidar membikin Mpok Niar bisa mengolah 20 liter beras untuk jadi nasi uduk. Ia pun punya trik untuk menghasilkan nasi uduk nan lembek meski dibuat pakai beras pera.

Menurutnya, nasi uduk Betawi memang tidak dibuat pakai beras pulen. "Kita masaknya pakai metode tradisional. Kita rendam berasnya, biar dia walaupun buyar alias pera, tapi empuk. Terus kayak bumbunya itu lengkuas, sereh, salam, kita kasih banyak biar aromanya keluar. Sama kita pakai daun jeruk," tutur Mpok Niar.

Ia juga menggunakan santan dari kelapa tua agar lebih gurih. Komposisi jumlahnya banyak dengan komparasi sekitar 7 liter santan untuk masak 10 liter beras.

Setiap hari, Mpok Niar bangun pukul 3 subuh untuk bergegas ke pasar shopping bahan makanan. "Kita bahan-bahannya fresh, jadi setiap hari kita ke pasar. Abis itu siangin bahan-bahan dan bumbu, persiapan masak. Mulai masak itu jam 05.30. Baru kelar semua itu jam 10.00. Baru packing orderan online. Jadi jam 11.00 siap pick-up (pesanan)," kata Mpok Niar.

Nasi Uduk Ibu Sidar dipromosikan lewat media sosial. Baca laman selanjutnya.

Sumber Detik Food
Detik Food