Cari Harun Masiku, Penyidik KPK Dalami Isi Ponsel Hasto Kristiyanto

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, JakartaPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita telepon seluler milik Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto mengenai pencarian buron KPK Harun Masiku.

"Penyidik bakal mendalami dari penyitaan perangkat komunikasi tersebut, nan tentu keterangan-keterangan di dalamnya dibutuhkan dalam proses pemeriksaan dalam perkara ini," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Juni 2024.

Budi menyatakan tidak bisa memberikan komentar soal apa saja temuan interogator lembaga antirasuah dalam ponsel milik Hasto tersebut. Namun, dia menegaskan tim interogator KPK tidak pernah berakhir mengumpulkan beragam info dan petunjuk tentang pencarian Harun Masiku

"Tim interogator tentu bakal mengoptimalkan beragam langkah untuk mendapatkan info dan keterangan nan dibutuhkan sehingga pemeriksaan dalam perkara ini ataupun dalam konteks pencarian salah satu DPO pada perkara ini juga kemudian bisa membuahkan hasil," ujarnya.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menjalani pemeriksaan oleh interogator KPK pada Senin kemarin. Hasto diperiksa selama empat jam oleh interogator KPK sebagai saksi kasus dugaan suap penetapan calon personil DPR RI terpilih periode 2019–2024 dengan tersangka Harun Masiku.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim interogator KPK menyita telepon seluler (ponsel) dan kitab catatan milik Hasto sebagai bagian pengembangan investigasi dan pencarian terhadap Harun Masiku.

Iklan

Harun Masiku ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemberian bingkisan alias janji kepada penyelenggara negara mengenai penetapan calon personil DPR RI terpilih periode 2019–2024 di Komisi Pemulihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Kendati demikian, Harun Masiku selalu mangkir dari panggilan interogator KPK hingga dimasukkan daftar pencarian orang (DPO) sejak 17 Januari 2020.

Selain Harun Masiku, pihak lain nan terlibat dalam perkara tersebut adalah personil Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017–2022 Wahyu Setiawan.

Wahyu Setiawan nan juga terpidana dalam kasus sama dengan Harun Masiku, saat ini sedang menjalani bebas bersyarat dari pidana tujuh tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane, Semarang, Jawa Tengah.

Pilihan Editor: Duduk Perkara Kasus Harun Masiku nan Seret Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sumber Tempo
Tempo