Cara Cek Sertifikat Vaksin Covid-19 di Tengah Kisruh AstraZeneca

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksin Covid-19 AstraZeneca disebut bisa memicu pengaruh samping thrombosis thrombocytopenia syndrome (TTS), nan merupakan sindrom sangat langka. Simak langkah mengecek sertifikat vaksinnya.

AstraZeneca merupakan salah satu merek vaksin Covid-19 nan dipakai di vaksinasi massal di Indonesia, selain Sinovac, Pfizer, Sinopharm, Moderna.

Sejumlah media melaporkan bahwa dalam sebuah arsip pengadilan AstraZeneca mengakui vaksin Covid buatan mereka menyebabkan pengaruh samping nan langka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Raksasa farmasi tersebut digugat atas klaim vaksinnya itu menyebabkan kematian serta cedera serius pada beberapa kasus.

AstraZeneca membantah tudingan tersebut, meski mengakui dalam arsip legal bahwa ada kemungkinan sangat langka bahwa vaksin Covid mereka dapat menyebabkan TTS.

Merespons perihal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pada dasarnya setiap vaksin mempunyai pengaruh sampingnya masing-masing. nan terpenting adalah langkah mengatasi andaikan pengaruh samping nan dimaksud betul-betul terjadi.

Sejauh berita nan beredar seluruh vaksin nan tersedia di Indonesia memang sudah dinyatakan lolos uji penggunaan dari BPOM.

Walau demikian, di tengah gaduh kasus AstraZeneca ini banyak orang nan tetap cemas dan was-was sehingga melakukan pengecekan ulang terhadap jenis vaksin apa saja nan telah mereka dapatkan.

Oleh lantaran itu, berikut beberapa langkah nan bisa dilakukan untuk mengecek sertifikat vaksin nan sudah dilakukan sebelumnya.

Via SMS

Saat proses pendaftaran vaksinasi, biasanya bakal diminta untuk memasukkan nomor ponsel aktif. Karena ketika proses vaksinasi rampung, pihak penyelenggara bakal mengirimkan SMS berisi tautan sertifikat vaksin ke nomor nan didaftarkan.

Berikut langkah mengeceknya:

- Periksa kotak masuk di ponsel
- Temukan SMS dari nomor 1199
- Buka pesan dan bakal ada info mengenai tautan sertifikat vaksin
- Ketuk tautan tersebut untuk memandang sertifikat vaksin
- Pastikan nama, NIK, dan tanggal lahir sesuai. Kunjungi petugas vaksinasi jika ada info nan tidak sesuai.

Jika SMS terhapus secara tak sengaja, pengguna bisa mengecek sertifikat melalui aplikasi SATUSEHAT.

Via aplikasi SATUSEHAT

SATUSEHAT alias nan dulu dikenal PeduliLindungi merupakan platform nan dibuat pemerintah untuk melacak penyebaran Covid-19 dan beragam info terkait. Platform ini juga menyimpan info sertifikat vaksin.

Jika telah mengikuti vaksinasi, maka status vaksinasi secara otomatis bakal tersimpan di aplikasi SATUSEHAT. Dokumen ini bisa disimpan untuk keperluan beraktivitas sehari-hari.

Berikut langkah mengeceknya melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile:

- Login SATUSEHAT Mobile
- Pilih menu 'Vaksin dan Imunisasi'
- Pilih 'Sertifikat Vaksin & Imunisasi'
- ⁠Pilih 'Vaksin dan Imunisasi Rutin' untuk sertifikat imunisasi bayi, BADUTA, BIAS, dan WUS ATAU pilih 'Vaksin dan Imunisasi Lainnya' untuk vaksin COVID-19, Meningitis, dan lainnya
- ⁠Pilih kotak dengan nama Anda
- ⁠Pilih sertifikat nan bakal Anda unduh "Covid-19" alias "Non-Covid-19"
- ⁠Jika sudah muncul sertifikat, klik 'Unduh Sertifikat'

Via WhatsApp

Kementerian Kesehatan juga menyediakan Chatbot WA nan memungkinkan masyarakat untuk melakukan pengaduan masalah mengenai sertifikat vaksin Covid-19.

Khusus Chatbot WA ini disediakan untuk mempercepat pelayanan dalam menanggapi kejuaraan masyarakat nan sebelumnya dilakukan melalui email dan call center 119.

Berikut langkah-langkah untuk melaporkan pengaduan mengenai sertifikat vaksin di WhatsApp:

- Masuk ke aplikasi WA nan ada di ponsel
- Hubungi nomor chatboot WA Sertifikat SATUSEHAT di nomor berikut +62-811-1050-0567
- Kemudian bakal tertera tulisan 'Selamat Datang di WA Resmi Kemenkes RI. Untuk memulai silakan pilih jasa nan tersedia'
- Klik 'SATUSEHAT Mobile'
- Selanjutnya pilih pada kategori 'Vaksinasi & Imunisasi' lampau klik
- Selanjutnya pilih pada kategori 'Vaksin Indonesia' lampau klik
- Selanjutnya pilih pada kategori 'Sertif Belum Muncul' lampau klik
- Pengguna bakal diminta untuk menyiapkan arsip seperti KTP, Kartu Vaksin, dan No Handphone. Kemudian pengguna bakal diarahkan untuk melapor pada websitehttps://satusehat.kemkes.go.id/mobile/contact.usuntuk mendapatkan sertifikat vaksin.

[Gambas:Video CNN]

(rni/dmi)

Sumber cnn indo
cnn indo