Benarkah Air Tebu Berubah Jadi Racun Setelah Disimpan Lama? Begini Penjelasannya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Air tebu mempunyai sejumlah faedah kesehatan. Meskipun begitu, penyimpanannya memerlukan perhatian unik untuk mencegah kerusakan dan potensi ancaman kesehatan. Ada beberapa aspek utama nan kudu diperhatikan dalam penyimpanan air tebu.

Air tebu adalah minuman kaya gula yang sangat rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme seperti kuman dan jamur. Jika air tebu disimpan terlalu lama pada suhu ruang alias tanpa pendinginan nan memadai, mikroorganisme ini dapat berkembang biak dengan cepat.

Mikroorganisme tersebut menyebabkan pembusukan dan potensi keracunan makanan. Konsumsi air tebu nan terkontaminasi dapat menyebabkan indikasi seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Jika air tebu disimpan dalam kondisi nan memungkinkan fermentasi, seperti pada suhu hangat, gula dalam air tebu dapat diubah menjadi alkohol oleh ragi alami. Proses fermentasi ini tidak hanya mengubah rasa dan aroma air tebu, tetapi juga komposisi kimiawinya. Meskipun tidak selalu berbahaya, hasil fermentasi mungkin tidak cocok untuk dikonsumsi sebagai minuman segar.

Dengan penyimpanan nan lama, air tebu dapat mengalami perubahan rasa dan kualitas. Proses oksidasi dan aktivitas enzimatik dapat menyebabkan penurunan rasa manis dan kesegaran, sehingga air tebu mungkin menjadi kurang lezat diminum dan kehilangan beberapa nutrisi nan bermanfaat.

Cara Terbaik Menyimpan Air Tebu

Untuk menjaga kualitas dan keamanan air tebu, krusial untuk mengikuti beberapa langkah penyimpanan nan tepat berikut ini:

1. Pendinginan

Air tebu sebaiknya disimpan di dalam lemari pendingin segera setelah diperas. Suhu rendah bakal memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan proses fermentasi, sehingga air tebu dapat memperkuat lebih lama dan tetap segar.

Iklan

2. Wadah Penyimpanan

Gunakan wadah penyimpanan nan bersih dan tertutup rapat untuk menghindari kontaminasi dari udara dan lingkungan sekitar. Wadah kaca alias plastik nan kondusif untuk makanan adalah pilihan nan baik.

3. Konsumsi Cepat

Sebaiknya air tebu dikonsumsi dalam waktu 1-2 hari setelah diperas untuk memastikan kesegaran dan keamanan. Semakin sigap dikonsumsi, semakin mini kemungkinan terjadinya kontaminasi mikroba dan fermentasi.

4. Higiene

Pastikan semua peralatan nan digunakan untuk memeras dan menyimpan air tebu bersih dan bebas dari kontaminasi. Cuci tangan dan peralatan dengan air bersih sebelum digunakan.

WEBMD

Pilihan Editor: 10 Manfaat Minum Air Tebu, Lawan Kanker hingga Sumber Energi

Sumber Tempo
Tempo