Badan Intel Seoul Bongkar Rencana Korut Serang Kedubes Korsel

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 04 Mei 2024 12:35 WIB

Badan intelijen Korea Selatan menyatakan, Korea Utara tengah merencanakan serangan teroris nan menargetkan kedutaan besar dan penduduk Seoul di luar negeri. Ilustrasi. Badan intelijen Korea Selatan menyatakan, Korea Utara tengah merencanakan serangan teroris nan menargetkan kedutaan besar di luar negeri. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan intelijen Korea Selatan pada Jumat (3/5) menyatakan bahwa Korea Utara diduga sedang merencanakan serangan nan menargetkan kedutaan besar dan penduduk Seoul di luar negeri.

Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel mendeteksi 'banyak sinyal' bahwa Pyongyang sedang mempersiapkan serangan teroris terhadap staf kedubes dan penduduk Korsel di sejumlah negara seperti China dan beberapa negara di Asia Tenggara serta Timur Tengah.

"Korea Utara telah mengirim agen-agen ke negara-negara tersebut untuk memperluas pengawasan terhadap kedubes Korea Selatan dan juga terlibat dalam aktivitas unik seperti mencari penduduk Korea Selatan sebagai sasaran teroris potensial," demikian keterangan NIS, nan diterima AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NIS menduga, rencana serangan ini berangkaian dengan gelombang pembelotan elite Korut nan melarikan diri ke luar negeri setelah Pyongyang melonggarkan perbatasan seiring dengan berakhirnya pandemi Covid-19.

Korut selama ini memperlakukan kasus pembelotan sebagai kejahatan serius. Para pelanggar diyakini mendapat balasan berat, nan apalagi menyeret family serta orang-orang nan berangkaian dengan pembelotan.

NIS meyakini bahwa pejabat kedutaan Korea Utara kemungkinan telah menyampaikan laporan tiruan nan menyalahkan aspek 'eksternal' atas pembelotan para elite.

Faktor itu diduga melibatkan Korsel sehingga Korut sekarang 'merencanakan pembalasan' terhadap staf kedutaan Seoul.

Menurut kementerian unifikasi Seoul, sebanyak 196 pembelot Korut tiba di Korea Selatan tahun lalu. Sepuluh pembelot di antaranya berasal dari kelas elite Pyongyang seperti diplomat.

Angka ini merupakan jumlah pembelotan tertinggi nan dilakukan elite Korea Utara ke Selatan sejak 2017.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis menyatakan, pihaknya telah meningkatkan status siaga anti-terorisme untuk lima akomodasi diplomatiknya, ialah Kedubes Korsel di Kamboja, Laos, Vietnam, serta dua konsulatnya di Rusia dan China.

Negara-negara tersebut mempunyai kedutaan besar maupun konsulat Korsel dan Korut.

Berdasarkan catatan Korea Selatan, Korea Utara mempunyai hubungan diplomatik dengan lebih dari 150 negara. Namun demikian, jumlah itu terus berkurang sejak 1990 lantaran masalah keuangan.

(blq/asr)

[Gambas:Video CNN]

Sumber cnn indo
cnn indo