Badan Geologi Bantah Pulau Tagulandang Tenggelam akibat Gunung Ruang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Sabtu, 04 Mei 2024 07:06 WIB

Badan Geologi Kementerian ESDM membantah info soal tenggelamya Pulau Tagulandang, Sulawesi Utara akibat erupsi Gunung Ruang. Ilustrasi. Badan Geologi Kementerian ESDM membantah info soal tenggelamya Pulau Tagulandang, Sulawesi Utara akibat erupsi Gunung Ruang. (ANTARA FOTO/ANDRI SAPUTRA)

Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah info soal tenggelamnya Pulau Tagulandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara akibat erupsi Gunung Ruang. Kabar ini beredar di media sosial.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menegaskan bahwa info tersebut tidak betul dan telah meresahkan masyarakat, utamanya masyarakat di Pulau Tagulandang nan tengah menghadapi akibat musibah saat ini.

"Informasi nan memuat narasi bakal tenggelamnya Pulau Tagulandang mencuat menjadi konsumsi publik seiring terjadi rentetan erupsi Gunung Ruang pada 17 April dan 30 April 2024. Badan Geologi menegaskan bahwa info itu tidak betul alias bohong," tulis Wafid dalam keterangan resminya, Sabtu (4/5), melansir Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wafid meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan oleh isu-isu nan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Alih-alih memantau alur berita di media sosial nan belum tentu benar, masyarakat dianjurkan untuk mengakses info seputar perkembangan Gunung Ruang melalui platform MAGMA Indonesia dan laman resmi PVMBG.

Berdasarkan info terbaru dari Badan Geologi, aktivitas Gunung Ruang tetap terpantau tinggi berasas hasil pengamatan Jumat (3/5) malam.

Masih tercatat adanya gempa letusan, gempa vulkanik dangkal, gempa vulkanik dalam, gempa tektonik jauh, dan tremor menerus dengan daya nan relatif kecil.

Sementara pengamatan secara visual tetap terlihat adanya asap kawah berwarna putih-kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi pada kisaran 100-300 meter dari puncak kawah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sendiri telah menargetkan semua penduduk Tagulandang nan bermukim pada radius 7 kilometer dari puncak gunung untuk segera dievakuasi.

Data terakhir dari BNPB setidaknya saat ini tersisa 5.719 dari 12 ribuan orang penduduk Tagulandang nan tetap tertinggal.

(Antara/asr)

Sumber cnn indo
cnn indo