Arab Saudi soal 1.100 Jemaah Haji Meninggal Dunia: Negara Tak Gagal

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Lebih dari 1.100 jemaah meninggal dunia selama musim ibadah haji tahun ini yang berlangsung di Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi menyebut hal itu terjadi bukan karena pengelolaannya yang gagal.

Dilansir AFP, seorang pejabat elder Arab Saudi menyebut lebih dari 1.100 jemaah meninggal dunia karena banyak yang disebabkan oleh cuaca panas ekstrem.

"Negara tidak gagal, tapi ada kesalahan penilaian di pihak masyarakat yang tidak menyadari risikonya," kata pejabat tersebut kepada AFP dalam komentar pertama pemerintah mengenai kematian tersebut, Sabtu (22/6/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan penghitungan AFP, pada Jumat (21/6) yang mengumpulkan pernyataan resmi dan laporan dari diplomat yang terlibat dalam respons tersebut, menyebutkan jumlah korban jiwa mencapai 1.119 orang, lebih dari setengahnya berasal dari Mesir.

Pejabat elder Saudi itu mengatakan pemerintah Arab Saudi telah mengonfirmasi 577 kematian dalam dua hari tersibuk haji. Pertama, pada saat jemaah berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf dan ketika jemaah melempar jumrah di Mina.

"Ini terjadi di tengah kondisi cuaca buruk dan suhu yang sangat ekstrem," kata pejabat tersebut.

Sekitar 1,8 juta jemaah dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menjalankan ibadah haji tahun ini. Setiap tahunnya, puluhan ribu jemaah mencoba untuk mengikuti ibadah haji melalui jalur ilegal karena tidak mampu membayar izin resmi yang seringkali membutuhkan banyak biasa.

"Kami memperkirakan jumlah jemaah haji yang tidak terdaftar sekitar 400.000," kata pejabat Saudi pada Jumat.

"Hampir sebagian besar dari mereka berasal dari satu kewarganegaraan," tambah pejabat itu, merujuk pada Mesir.

Menurut seorang diplomat Arab yang tidak disebut namanya, dari full 658 warga Mesir yang meninggal di Saudi, sebanyak 630 orang di antaranya merupakan jemaah haji yang tidak terdaftar secara resmi.

Pusat meteorologi nasional Saudi melaporkan suhu tertinggi pekan ini mencapai 51,8 derajat Celsius di Masjidil Haram di Makkah. Penelitian di Saudi yang dirilis bulan lalu menunjukkan bahwa suhu udara di wilayah tersebut meningkat 0,4 derajat Celsius setiap dekade.

(whn/whn)

Sumber Detik News
Detik News