Antisipasi Protes Anti-Israel, Penyelenggara Eurovision Larang Pengibaran Bendera Palestina

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Uni Penyiaran Eropa (EBU) mengatakan pihaknya melarang bendera Palestina dan simbol-simbol pro-Palestina dalam Kontes Lagu Eurovision, media lokal melaporkan pada Kamis. Perhelatan musik ini dijadwalkan berjalan minggu depan di Malmo, Swedia.

EBU, penyelenggara kontes, mengatakan mereka nan mencoba memasuki Malmo Arena dengan membawa bendera Palestina alias spanduk nan berisi pesan politik bakal dihentikan. Selain itu, bendera alias spanduk tersebut bakal disingkirkan, menurut surat berita Göteborgs-Posten.

Pengumuman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan seputar partisipasi Israel dalam kejuaraan lagu mengenai perang mereka di Gaza.

Serangan Israel di Gaza telah menewaskan nyaris 34.600 penduduk Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 77.700 orang terluka, serta banyak nan lenyap dan tidak terhitung jumlahnya, menurut otoritas kesehatan di wilayah kantong tersebut.

Kelompok pro-Palestina diperkirakan bakal melancarkan protes besar-besaran di kota tuan rumah berbarengan dengan aktivitas tersebut.

Juru bicara Departemen Kepolisian Malmo Nils Norling mengatakan mereka memperkirakan 100.000 demonstran bakal datang ke kota itu, menurut penyiar nasional SVT Nyheter.

Lebih dari 20.000 orang dari beragam negara Eropa juga diperkirakan bakal melakukan perjalanan ke Malmo untuk memprotes partisipasi Israel dalam kejuaraan musik tersebut.

Jaringan Palestina telah mengambil inisiatif untuk mengorganisir demonstrasi dan aktivitas budaya lainnya di kota tersebut selama pekan Eurovision, kata SVT Nyheter.

Kelompok Palestina di Malmo juga merupakan salah satu dari banyak organisasi nan bekerja-sama dalam menyelenggarakan dua demonstrasi di kota tersebut.

“Kami merencanakan dua demonstrasi besar dan tenteram pada 9 dan 11 Mei di Malmo. Kami berambisi banyak orang datang dari Denmark untuk berpartisipasi,” kata Per-Olof Karlsson, salah satu penyelenggara, kepada media penyiaran.

Ketika ditanya kenapa dia merasa krusial untuk melakukan protes seperti itu, dia berkata: “Karena Israel kudu dikeluarkan dari Eurovision seperti nan mereka lakukan terhadap Rusia.”

Sebagai solidaritas dengan penduduk Palestina di Gaza dan sebagai bagian dari protes, aktivitas musik pengganti berjulukan Falastinvision bakal diadakan pada hari terakhir Kontes Lagu Eurovision pada 11 Mei di Malmo.

Banyak seniman dari Swedia dan negara-negara Eropa lainnya bakal berperan-serta untuk menunjukkan support mereka terhadap Palestina.

Iklan

Pihak berkuasa telah meminta langkah-langkah keamanan tambahan termasuk polisi dengan senapan mesin ringan dan bala support dari Denmark dan Norwegia.

Malmo, kota terbesar ketiga di Swedia, adalah rumah bagi sekitar 360.000 orang nan berasal dari 186 negara, termasuk sebagian besar masyarakat Palestina dan Muslim.

Pada 2022, Rusia dilarang mengikuti Eurovision nan diadakan di Turin, Italia setelah negara tetangganya, Finlandia, menakut-nakuti bakal menarik peserta mereka keluar. Penolakan ini lantaran keputusan Moskow untuk menginvasi Ukraina pada tahun itu.

EBU mencegah Rusia berperan-serta dalam kejuaraan di masa depan.

Islandia didenda oleh EBU setelah tindakan Eurovision Hatari mengibarkan bendera Palestina selama penampilan mereka di aktivitas nan diadakan di Israel pada 2019.

Pada Desember, majelis Masyarakat Penulis dan Komposer Islandia (FTT) secara terbuka meminta lembaga penyiaran publik Islandia RUV untuk tidak mengambil bagian dalam kontes lagu. “Kecuali Israel ditolak untuk berperan-serta dalam kejuaraan tersebut dengan argumen nan sama seperti Rusia pada kejuaraan terakhir,” kata Direktur Jenderal FTT Stefan Eiríksson dalam surat nan dikirim ke RUV.

“Kita semua mempunyai tanggungjawab untuk mengambil sikap menentang perang dan pembunuhan penduduk sipil dan anak-anak nan tidak bersalah,” kata Eiríksson.

Dia lebih lanjut menekankan bahwa perseorangan dan negara “selalu punya pilihan untuk tidak mencantumkan nama kita pada hal-hal seperti itu.”

“Kami berutang kepada negara-negara nan bertindak dengan kekuatan melalui kekuatan militer untuk tidak berbagi panggung dalam aktivitas nan selalu diwarnai kegembiraan dan optimisme,” tambah Eiríksson.

Final Kontes Eurovision 2024 bakal berjalan pada 11 Mei menyusul kemenangan Swedia pada 2023 dengan lagu Tatoo karya Loreen.

Pilihan Editor: Genosida Gaza, Musisi Swedia Desak Israel Dikeluarkan dari Kontes Lagu Eurovision

ANADOLU

Sumber Tempo
Tempo