Alexander Marwata Benarkan Pernyataan Nurul Ghufron Soal Diskusi Mutasi ASN di Kementan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata membenarkan pernyataan koleganya, Nurul Ghufron, soal obrolan mutasi aparatur sipil negara alias ASN di Kementerian Pertanian (Kementan). Alex juga mengaku membantu Ghufron untuk mendapatkan nomor telepon seluler Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan.

"Iya benar. Saat itu belum ada alias setidaknya ketua tidak mengetahui ada perkara di Kementan," kata Alex kepada TEMPO, Jumat, 3 Mei 2024.

Alex mengaku menanyakan nomor telepon Irjen Kementan ke temannya nan bekerja di sana. Setelah mendapatkan nomor tersebut, Alex segera meneruskannya ke Ghufron. "Saya tidak tahu siapa nan menjabat Irjen di Kementan," ujarnya.

Alex pun mengaku hingga hari ini, dia tidak mengenal jejak Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, apalagi saat Kasdi menjabat sebagai Irjen. "Sampai sekarang saya juga enggak kenal Pak Kasdi. Nomor hp-nya juga enggak saya save. Dari kawan langsung saya forward ke Pak NG," ucapnya.

Dia pun menekankan bahwa saat itu tidak ada perkara Kementan nan sedang ditangani KPK, termasuk nan melibatkan Kasdi Subagyono.

Sebelumnya, Nurul Ghufron menyebut nama Alexander Marwata dalam kasus mutasi pegawai Kementerian Pertanian (Kementan). Ghufron diadukan ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK lantaran diduga memanfaatkan jabatannya untuk mengurus mutasi kerabatnya tersebut.

Ghufron mengaku telah mendiskusikan masalah ini dengan Alex. Bahkan, menurut dia, Alex lah nan memberikan nomor kontak eks Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono. "Saya tak kenal pejabat Kementan, malah Pak Alex nan mencarikan kontak Pak Kasdi. Baru saya sampaikan, bukan minta mutasi dikabulkan alias tidak, tapi menyampaikan komplain nan tak konsisten,” ucapnya saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 2 Mei 2024.

Ghufron menyatakan laporan dugaan pelanggaran etik itu bermulai ketika dirinya menerima kejuaraan dari seseorang. “Pelanggaran etiknya, saya menerima pengaduan dari seorang ibu nan mempunyai menantu pegawai di Irjen Kementan,” kata Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Kamis, 2 Mei 2024.

Iklan

Ia menceritakan, ASN nan bekerja di Kementan Jakarta itu awalnya mengusulkan diri agar dimutasi ke Malang, Jawa Timur dengan argumen sedang hamil. ASN tersebut meminta agar dirinya bekerja di Malang sampai anak nan dilahirkannya berumur satu tahun tujuh bulan. Akan tetapi permintaan mutasi itu tak dikabulkan.

Setelah itu, si ASN nan tak disebutkan namanya itu mengusulkan pengunduran diri dan diproses. Ghufron mengaku mengenal mertua dari ASN tersebut. “Pada saat itu, ibu itu telpon saya, memang kawan saya ibu itu, kok tak konsisten. Mutasi tak boleh tapi resign nan akibat sama-sama mengurangi SDM kok malah dikabulkan,” ujarnya.

Menurut pengakuan Nurul Ghufron, Kasdi kemudian menyetujui mutasi ASN itu. “Beliau (Kasdi) menanggapi, 2-3 minggu kemudian menyampaikan bahwa (ASN) memenuhi syarat dan bisa diproses mutasinya,” kata Ghufron.

Masalah pengurusan mutasi tersebut saat ini tengah ditangani oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Nurul Ghufron diadukan ke Dewas lantaran diduga memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi. Dewas semestinya menggelar sidang etik kasus ini pada Kamis kemarin, namun sidang itu diundur lantaran Ghufron tak hadir.

Nurul Ghufron menyatakan tak datang dalam sidang etik itu lantaran sedang mengusulkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Mahkamah Konstitusi (MK). Dia mengusulkan gugatan lantaran merasa kasus tersebut telah kedaluwarsa. Alasannya, kasus tersebut telah berjalan selama lebih dari satu tahun sehingga tak bisa lagi ditangani oleh Dewas KPK. 

MUTIA YUANTISYA| BAGUS PRIBADI

Sumber Tempo
Tempo