Alasan Lemkapi Putusan Praperadilan Pegi Setiawan Bukan Akhir Kasus Vina

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi)  Edi Hasibuan mengatakan putusan hakim praperadilan nan membatalkan Pegi Setiawan dari status tersangka, bukan akhir pengungkapan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita.

"Kasusnya belum selesai. Pengungkapan kasus ini tetap jadi tanggung jawab Polri agar kematian Vina dan Eki (Muhammad Rizky Rudiana) terungkap dengan sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya," kata Edi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti dikutip Antara, Senin, 11 Juli 2024

Menurut Edi, sebelum semua pelaku ditangkap dan diproses secara hukum, kasus ini belum berhujung dan tetap kudu jadi prioritas kepolisian. "Kewajiban abdi negara penegak norma untuk mengungkapnya sampai tuntas. Proses norma tidak boleh dihentikan," kata dia.

Edi mendesak polisi agar semua pihak nan diduga terlibat kudu diproses  hukuman atas perbuatannya. "Kasihan pihak family Vina dan Eky jika ada pelaku tetap berkeliaran bebas," katanya.

Dosen pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta ini menghormati putusan pengadil praperadilan Pengadilan Negeri Bandung nan membatalkan Pegi Setiawan sebagai tersangka. "Namun, polisi jangan berkecil hati. Kami memandang ini menjadi bagian dari koreksi kepada interogator Polda Jabar nan menangani kasus ini," kata dia.

Menurut Edi, sangat mungkin kasus ini tetap diusut dan ditangani dari awal sehingga sejumlah pihak nan pernah diperiksa bisa dipanggil kembali termasuk Pegi Setiawan, andaikan ditemukan ada bukti baru."Proses norma tetap jalan. Kasus ini tetap terbuka lebar untuk disidik kembali dari awal," tutur dia.

Sebab, kata Edi, pengadil praperadilan lebih mempersoalkan prosedur interogator dalam menetapkan tersangka. Sedangkan pokok perkara belum disentuh.

Sementara itu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan bahwa polisi mencermati laporan dari pihak family tujuh terpidana dalam kasus pembunuhan Vina dan  Eky.

Iklan

"Kami bakal mencermati dan menganalisis hal-hal nan menjadi bagian dari laporan tersebut," kataTrunoyudo di Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024. Polri, kata dia, juga bakal melakukan penelitian dan pengkajian lebih lanjut terhadap laporan tersebut.

Sebelumnya, pada Rabu kemarin, 10 Juli 2024, family tujuh terpidana  melaporkan kesaksian tiruan dari dua saksi berjulukan Aep dan Dede. Kedatangan mereka di Gedung Bareskrim Polri didampingi oleh mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi serta organisasi Peradi.

Dedi berujar tujuh terpidana tersebut tetap mendekam di penjara dengan vonis seumur hidup atas tuduhan pembunuhan dan pemerkosaan lantaran kesaksian palsu, salah satunya dari saksi Aep dan Dede di Polres Cirebon pada tahun 2016.

Ia mengatakan bahwa pelaporan ini merupakan upaya pihak family dan pengacara untuk membebaskan para terpidana.

"Untuk itu, ini adalah bagian dari langkah kami membebaskan tujuh terpidana nan hari ini tetap mendekam di penjara setelah Pegi Setiawan terbebas melalui putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung," ujarnya.

Pilihan Editor: Pegi Setiawan Bebas dari Status Tersangka Pembunuhan Vina, Ini Kata Kejaksaan Agung

Sumber Tempo
Tempo