8 Alasan Mengapa Anda Mati Rasa setelah Putus Cinta

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

CANTIKA.COM, Jakarta - Sejumlah orang tak merasakan apa pun namalain mati rasa setelah putus cinta. Setelah membayangkannya sebagai perihal nan paling menyakitkan di dunia, beberapa orang terkejut lantaran tidak merasakan kesedihan, kemarahan, alias emosi luar biasa lainnya nan muncul setelah berakhirnya hubungan asmara? Beberapa orang mungkin merasa perihal ini tidak biasa, namun menurut para mahir kesehatan mental, ini adalah salah satu pengaruh samping paling umum dari putus cinta dan bisa berfaedah banyak hal.

"Putus cinta adalah perihal nan susah bagi kebanyakan orang! Kita tahu ada orang-orang berkepala dingin di luar sana nan selalu tenang dan terkendali, dan putus dengan seseorang tidak mengganggu mereka. Namun, putus cinta bisa sangat memilukan dan membikin kita merasa meninggal rasa di dalam hati," kata psikoterapis kehidupan master Chandni Tugnait dikutip dari Hindustan Times, Jumat, 3 Mei 2024.

"Dampak emosional akibat putus cinta dapat terwujud dalam langkah nan paling tidak terduga. Meskipun kesedihan dan kemarahan adalah emosi normal setelah putus cinta, meninggal rasa adalah reaksi nan umum namun kurang dihargai," ucap master Chandni.

Berikut argumen kenapa Anda meninggal rasa setelah putus cinta.

1. Pertahanan Psikologis

Mati rasa bisa menjadi upaya pikiran untuk melindungi diri dari penderitaan emosional nan akut. Saat dihadapkan pada situasi nan sangat traumatis, seperti putus cinta, otak mungkin bakal menutup alias menekan emosi tertentu untuk sementara waktu sebagai teknik pertahanan diri. Mati rasa emosional ini memungkinkan Anda untuk bekerja dan menjalani hari sampai Anda siap menghadapi patah hati.

2. Emosi Berlebihan

Di sisi lain, meninggal rasa mungkin disebabkan oleh kelelahan emosional. Perasaan bergolak nan menyertai putus cinta bisa begitu kuat dan tiada henti, sehingga Anda akhirnya merasa capek dan menutup diri secara emosional. Bayangkan putus asa lantaran lonjakan kekuatan emosional. Mati rasa memungkinkan jiwa Anda untuk mengatur ulang sebelum mengalami emosi kuat itu lagi.

3. Gagal Berduka

Jika Anda terus mengidealkan mantan alias hubungan Anda, meninggal rasa bisa muncul ketika Anda kandas untuk cukup bersungkawa atas kehilangan tersebut. Mengidolakan suatu hubungan membikin Anda tidak bisa menerima dan menghadapi realita bahwa hubungan itu sudah berakhir. Mati rasa mungkin merupakan pengganti disfungsional nan mencegah Anda mengalami hubungan berhujung sepenuhnya.

4. Dampak Penolakan Jangka Panjang

Putusnya hubungan bisa menjadi pukulan telak bagi ego dan nilai diri seseorang. Penolakan dan hilangnya hubungan sangat menyakitkan. Mati rasa dapat berkembang sebagai langkah disfungsional untuk mengatasi agar tidak mengalami akibat psikologis penuh lantaran "dicampakkan".

5. Respons Trauma

Jika perpisahan itu sangat traumatis, kompleks, alias melibatkan pelecehan emosional, meninggal rasa bisa jadi merupakan respons traumatis nan tidak disadari. Disosiasi emosional ini mungkin mengurangi akibat situasi nan menyusahkan secara psikologis, dan berfaedah sebagai teknik penanggulangan pasca-trauma.

6. Enggan Menghadapi Kenyataan

Ambivalensi mengenai hubungan di masa depan dapat menyebabkan ketakutan bakal ditinggalkan. Sebagai corak pertahanan diri, Anda mungkin secara tidak sadar membangun keengganan terhadap pengalaman emosional nan intens. Mati rasa melindungi dari kerentanan dan potensi patah hati.

7. Anda Tidak Hadir secara Sadar

Mati rasa setelah putus cinta bisa disebabkan oleh kegagalan Anda untuk datang secara sadar, bukan lantaran keadaan putusnya hubungan itu sendiri. Jika Anda kesulitan berfokus pada masa lampau alias mengkhawatirkan masa depan, Anda tidak bakal bisa memproses emosi saat ini mengenai kehilangan tersebut.

8. Menahan Diri secara Emosional

Strategi alami beberapa orang untuk mengatasi masalah adalah dengan mengendalikan emosi mereka. Jika Anda berjuang dengan kerentanan dan menyembunyikan emosi Anda, meninggal rasa setelah putus cinta bukanlah perihal nan aneh.

Jika Anda merasa meninggal rasa setelah putus cinta, bersabarlah pada diri sendiri. Mati rasa kemungkinan besar bakal memudar seiring berjalannya waktu saat Anda bersungkawa dan sembuh. Namun, jika meninggal rasa berjalan selama berbulan-bulan alias menghalang kegunaan Anda, Anda perlu mencari support ahli untuk memproses putusnya hubungan tersebut dengan langkah nan sehat dan adaptif.

Pilihan Editor: Yang Terjadi pada Otak saat Putus Cinta, Amigdala Aktif hingga Korteks Prefrontal Menurun

HINDUSTAN TIMES

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Sumber Tempo
Tempo