3 Fakta Terkini Kasus Uang Palsu Rp 22 Miliar Masih Sisakan Teka-teki

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap peredaran uang palsu di kawasan Srengseng Raya, Jakarta Barat dengan full senilai Rp 22 miliar. Kasus itu masih menyisakan teka-teki. Berikut faktanya.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan empat pria berinisial M, YA, FF, dan F sebagai tersangka. Keempatnya kini sudah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Mereka dijerat dengan Pasal 244 KUHP dan Pasal 245 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Pihak kepolisian masih memburu dua buron lainnya yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Empat pelaku yang masih diburu masing-masing pria berinisial U sebagai pemilik kantor akuntan publik dan pria berinisial I sebagai usability mesin cetak. Ada juga pria P dan A, yang merupakan pembeli yang palsu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus itu masih menyisakan teka-teki. Apa saja?

Ada Mobil Pelat TNI di Markas Sindikat Uang Palsu

Kapendam Jaya Kolonel Inf. Deki Rayu Syah Putra memberi penjelasan terkait keberadaan mobil berpelat dinas di markas sindikat uang palsu Rp 22 miliar di kawasan Srengseng Raya, Jakarta Barat. Deki mengatakan mobil tersebut betul terdaftar di Paldam Jaya (Peralatan Kodam Jaya).

"Kami izin menyampaikan bahwa benar adanya, bahwa mobil dinas tersebut terdaftar di dalam daftar Kapaldam Jaya (Kepala Peralatan Kodam Jaya) selaku yang berhak mengeluarkan nomor dinas di Paldam Jaya," kata Deki dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat (21/6).

Mobil berpelat dinas TNI di markas percetakan uang palsu di JakbarMobil berpelat dinas TNI di markas percetakan uang palsu di Jakbar Foto: dok. Istimewa

Mobil tersebut terdaftar atas nama pensiunan TNI nama Kolonel Chb (Purn) R Djarot. Hanya, lanjut Deki, pelat dinas pada mobil tersebut sudah kedaluwarsa mengikuti masa purnatugas Djarot pada 2021.

"Nomor dinas tersebut di situ terdaftar dari tahun 2020 dan habis masanya di tahun 2021. Berarti nomor tersebut sudah tidak sah digunakan dan mobil tersebut juga dia hanya meminjam nomor polisi untuk kegiatan dinas seharusnya," jelasnya.

Deki menjelaskan mobil berpelat dinas TNI tersebut dipinjam oleh keluarga Djarot berinisial FF. Pria FF sendiri kini sudah ditetapkan jadi salah satu tersangka atas peredaran uang Rp 22 miliar tersebut.

"Beliau (Djarot) berada di wilayah Jawa Barat dan mobil tersebut berada di TKP dipinjam oleh keluarganya salah satu tersangka diparkirkan di garasi di samping tempat TKP," jelasnya.

"Dari pihak tersangka itu dari keluarganya. Izin kami sampaikan, inisial FF. Itu dipinjam untuk bertamu dan tidak tahu untuk apa. Untuk selanjutnya masih kami lakukan pendalaman," imbuhnya.

Pemesan Jadi Buron

Polisi mengungkap bayaran dari tersangka di balik kasus sindikat pengedar uang palsu di kawasan Srengseng Raya itu. Operator mesin cetak uang digaji Rp 1 juta dalam satu hari.

"Laki-laki I berperan sebagai usability mesin cetak GTO atau yang menjalankan mesin cetak uang palsu tersebut dengan gaji setiap hari Rp 1 juta," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Wira Satya Triputra kepada wartawan.

Selain itu, I juga akan diberi prize Rp 100 juta jika pria P sebagai pemesan sudah mentransfer uang pemesanan. Diketahui P memesan uang Rp 22 miliar palsu yang dihargai dengan Rp 5,5 miliar yang asli.

"Bonus Rp 100 juta apabila sudah terjadi transaksi. Selain menjalankan mesin cetak GTO, Saudara I juga berperan melakukan pemotongan uang palsu tersebut," ujarnya.

Saat ini I dan P masih diburu polisi. Selain mereka berdua, ada pria U sebagai pemilik kantor akuntan publik dan pria A selaku pembeli uang palsu yang turut diburu polisi.

Jumpa pers kasus uang palsu Rp 22 miliar di JakbarJumpa pers kasus uang palsu Rp 22 miliar di Jakbar Foto: WIldan Noviansah/detikcom

Baca halaman selanjutnya>>

Sumber Detik News
Detik News